Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 12 April 2010 • PENDIDIKAN

MATARAM – Tim pemindai lembar jawaban ujian nasional SMA/Madrasah Aliyah di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapati 210 sekolah yang jawabannya memiliki kesamaan. Artinya lembar jawaban 90-100 persen siswa satu sekolah memiliki kesamaan. Mereka tersebar di berbagai kota dan kabupaten se NTB, 168 sekolah di pulau Lombok dan 42 sekolah.

Namun, Rektor Universitas Mataram Sunarpi menjelaskan bahwa dari hasil pemindaian yang dilakukan per sekolah tersebut belum bisa disimpulkan apakah itu hasil kecurangan. ‘’Hari ini hasil ujian itu dibawa ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta,’’ katanya, Senin (12/4) siang.

Menurutnya, meskipun menemui kesamaan, Universitas Mataram yang bertindak sebagai penanggung jawab pengawasan ujian nasional SMA dan MA dan penanggung jawab tim pemantau indepneden untuk SMP/MTS/SMK dan SMA Luar Biasa, tidak menemukan adanya kebocoran soal dan tidak ada kecurangan diluar kewajaran. Ia menduga bisa saja terjadi SMS jawaban yang dihafal mati dan dipakai menjawab. Ada mata pelajaran sama tapi soal yang berbeda menjawabnya sama. ‘’Artinya mereka tidak melihat soal,’’ ujarnya kemudian .

Temuannya adalah kesamaan jawaban terjadi di tiga sekolah di kota Mataram, sembilan sekolah di Kabupaten Lombok Utara, 25 sekolah di Kabupaten Lombok Barat, 41 sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, 90 sekolah di Kabupaten Lombok Timur. Di pulau Sumbawa, kesamaan terjadi di tiga sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat, tiga sekolah di Kabupaten Sumbawa, lima sekolah di Kabupaten Dompu, tujuh sekolah di kota Bima dan 24 sekolah di Kabupaten Bima.

Meskipun mendapati kesamaan lembar jawaban tersebut namun belum diketahui apakah jawaban itu benar atau salah. Sebab yang memegang kunci jawaban adalah BSNP. Nantinya yang memutuskan kelulusan mereka, kecurangan dan pengulangan ujian dilakukan oleh BSNP.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB Lalu Syafii yang dikonfirmasi, mengatakan kesamaan jawaban tersebut ada indikasi ketidak jujuran. ‘’Tapi yang boleh mengatakan jujur atau tidak, salah atau benar ya BSNP,’’ ucapnya. Kalau ada indikasi ketidak jujuran pasti akan dilakukan ujian ulang.

Ketua Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesra di DPRD NTB Patompo Adnan menyesalkan dan meminta dilakukan pengusutan karena patut dicurigai. ‘’Cari siapa yang salah. Kok Bisa. Memalukan,’’ ujarnya.(*)

1 Comment »
  • Ketidakjujuran sudah diajarkan sejak di bangku sekolah. Tidak aneh ketika mereka besar menjadi koruptor yang hebat, karena sudah belajar curang sejak remaja (kecil).
    Semuanya tanggung-jawabmu, wahai para guru.

    Comment by Imam Bachtiar — April 16, 2010 @ 3:16 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com