MATARAM – Turunnya harga beras kwalitas menengah di kota Mataram dan kota Bima selama sebulan terakhir, Maret 2010 rata-rata Rp558 perkilonya, menyebabkan terjadinya deflasi gabungan kota tersebut hingga 0,14 persen. Mataram dan Bima adalah salah satu dari 47 kota yang mengalami deflasi.
Secara terinci deflasi di kota Mataram disebabkan menurunnya harga beras (-0,4516 persen) , cabe rawit (-0,0521 persen), tenggiri (-0,0491 persen), bayam (-0,0337 persen) dan cabe merah (-0,0248 persen). Sedangkan di kota Bima disebabkan menurunnya harga beras 0,2536 persen, bandeng (-0,0870 persen), wortel (-0,0423 persen), pisang (-0,0273 persen) dan kacang panjang (-0,0270 persen).
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (BPS NTB) Soegarenda dalam keterangan pers, jika dibandingkan bulan Pebruari 2010 harga beras masih Rp6.229 perkilo, maka pada akhir Maret 2010 telah menurun menjadi Rp5.671 perkilo. ‘’Betapa dominannya beras. Turunnya harga beras tersebut cukup besar. Bulan Maret memang mulai panen lagi,’’ katanya, Kamis (1/4-2010) sore.
Perbandingan deflasi se wilayah Bali dan Nusa Tenggara, semua kota yang menghitung indeks harga konsumen mengalami deflasi. Denpasar (-0,08 persen), Maumere (-0,09 persen), Mataram (0,10 persen), Kupang (-0,16 persen) dan Bima (-0,30 persen).(*)

