MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama 10 pemerintah kota-kabupaten membangun Islamic Center (IC) senilai Rp500 miliar mulai Jum’at (19/3) lusa. Sebagian dananya, dari APBD NTB dan juga menggunakan sebagian dana hibah Rp50 miliar yang berasal dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) untuk kepentingan kompleks pendidikan dan masjid. Selebihnya, berasal dari dana masyarakat dan mengajukan bantuan dana corporate social responsibility Pertamina sebesar Rp100 miliar.
Untuk keperluan pembangunan IC tersebut yang membutuhkan lahan seluas 6,7 hektar Pemprov NTB meminta areal SMP Negeri VI sebagai hibah. Sebaliknya, Pemprov NTB memberikan ganti lokasi dan gedung baru di lahan kebun kopi milik SPMA dan bersebelahan dengan Asrama Siswa SPMA. Sedangkan untuk pengganti lahan dan gedung sekolah SPMA sendiri yang semula bersebelahan dengan SMP Negeri VI dialihkan ke tanah milik Pemprov NTB di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Rosyadi Sayuti, pembangunan kompleks pendidikan yang merupakan community colleges mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi berupa gedung berlantai empat yang memerlukan biaya Rp80 miliar sebagian diantaranya menggunakan dana hibah dari Newmont sebesar Rp30 miliar dan dari APBD NTB Rp10 miliar. ‘’Tahun ini bisa selesai,’’ katanya, Rabu (17/3-2010) siang.
Pemprov NTB pun pada tahun ini membangun gedung baru SMP Negeri VI dan SPMA yang dijadwalkan awal 2011 bisa selesai dan pada awal tahun ajaran baru 2011-2012 sudah bisa digunakan. Dananya dari anggaran pendidikan APBD NTB sebesar lebih Rp9 miliar telah disiapkan.
Adapun masjid baru senilai Rp350 miliar akan mulai dibangun selama dua tahun 2011-2012 yang menggunakan dana awal hibah Newmont sebesar Rp20 miliar. Adapun Masjid Raya Attaqwa yang selama ini berada di sebelah selatan jalan seberang lahan IC, segera direnovasi untuk dijadikan pusat studi, museum, sejarah keIslaman di NTB.
Adapun lahan kompleks perkantoran Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang gedungnya sudah tua akan dijadikan areal komersial yang pembangunannya akan diserahkan kepada kalangan pengusaha untuk dijadikan kompleks penginapan pertokoan dan rekreasi.(*)

