MATARAM – Meskipun kesepakatan membayar tujuh persen saham senilai US $ 246,8 juta sudah diperoleh, hingga Sabtu (13/3) kemarin, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang sudah menyiapkan dananya, belum bisa membayar yang harus didivestasikan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) karena pemerintah yang terdiri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum mengeluarkan persetujuannya.
Belum bisa dibayarnya divestasi jatah tujuh persen tahun 2009 itu dijelaskan oleh Kuasa Pemerintah Daerah selaku Direktur PT Daerah Maju Bersaing (DMB) Andy Hadianto sewaktu dikonfirmasi, Sabtu (13/3) malam. ‘’Belum bayar karena izinnya saja belum keluar,’’ katanya.
Sebelumnya, PT MDB yang merupakan perusahaan patungan antara PT DMB yang dibentuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Multi Capital sudah membayar 17 persen saham PT NNT. Semula, PT MDB membayar 10 persen saham jatah divestasi tahun 2006 dan 2007 sebesar US $ 391 juta dolar AS, 16 November 2009. Dan tujuh persen saham divestasi jatah tahun 2008 sebesar US $ 246,806 juta pada 11 Desember 2009. Adapun pembayaran tujuh persen saham divestasi tahun 2009 juga senilai US $ 246,806 juta akan dilakukan setelah rapat umum pemegang saham PT NNT.
Sebelumnya di townsite PT NNT, 1 Maret lalu, Presiden Direktur PT NNT Martiono Hadianto mengatakan adanya beberapa keputusan dari persetujuan pemegang saham. Kemudian ada permintaan dari Sumitomo (Jepang) bahwa Nusa Tenggara Mining Corporation yang dimilikinya status hukumnya diubah dibawah yurisdiksi Belanda. Ini yang memerlukan proses agak lama, karena memang hal itu tidak sederhana dan tidak mudah dipahami oleh pemerintah. Sehingga memerlukan waktu yang lama. Setelah selesai baru akhir Pebruari lalu selesai. ‘’Biasanya makan waktu paling lambat 21 hari. Sampai turun keputusan BKPM sampai mereka akan membayar yang tujuh persen,’’ ujarnya.
Adapun divestasi tujuh persen saham yang harus dilepas Tahun 2010 ini, seperti biasanya paling lambat 31 Maret dilakukan penawarannya. Harganya masih tahap evaluasi hanya ada satu indikasi bahwa kelihatan sekali tahun ini harga emas dan tembaga naik terus. Maka asumsi akan ada penyesuaian. ‘’Saya belum bisa mengatakan. Ada beberapa komponen : perkiraan harga,’’ ucapnya.(*)


