MATARAM – Deputi Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (KPDT) Rachmat Tatang Bachrudin mendorong Universitas Mataram sebagai pusat pelatihan pengembangan sapi. Para mahasiswa Universitas Mataram yang akan melakukan kuliah kerja nyata juga diminta dibekali pengetahuan persapian. Bahkan ibu-ibu istri peternak juga dibekali pengetahuan birahi sapi agar dapat segera melakukan inseminasi buatan. Kesemua kegiatan tersebut untuk mewujudkan gerakan Bumi Sejuta Sapi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Tatang, di Kabupaten Lombok Timur sudah siap melaksanakan usaha pedesaan berbasis komoditas unggulan daerah. 40-50 orang di setiap desa basis sapi membangun Klinik Entrepreneurship (Klinik Kesejahteraan). ‘’Kami hanya akan membantu apa yang memang dibutuhkan. Bukan kami menyediakan alat yang tidak dibutuhkan mereka,’’ katanya, Sabtu (13/3) pagi.
Sebelumnya, Tatang bersama tim Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha KPDT yang dipimpinnya bertemu para pejabat se NTB di kantor Gubernur NTB dan juga mendatangi pimpinan Universitas Mataram.
Dikatakan bahwa pembangunan pedesaan harus menjadi kemestian. Sebab kalau sebelumnya komposisi penduduk kota dan desa semula 30 : 70 kini telah berubah menjadi 42 : 58. ‘’Kita bedah desa bangun desa. Harus diciptakan. Kita harus kembali ke desa. Daya beli ditingkatkan agar bisa menarik,’’ ujarnya.(*)


