Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 19 February 2010 • DAERAH

MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) layak dijadikan pusat bibit komoditi yang dibutuhkan daerah lain. Misalnya komodoti varietas lokal kacang tanah Bima, bawang merah Bima, mete, durian Montong, kentang, mutiara dan ternak sapi. Selain itu, para petani juga perlu dibimbing untuk melakukan seleksi kwalitas hasil produksi komoditinya untuk mendapatkan kelas premium sehingga bisa mampu digunakan menutupi biaya produksinya.

Gagasan pusat bibit dan pemilihan kwalitas komoditi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Lalu Bayu Windia dalam percakapan di ruang kerjanya, Rabu (17/2) pagi. ‘’Kita berpotensi sebagai sumber bibit,’’ kata Bayu yang pernah menjabat Kepala Bagian Ekonomi di Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Bappeda NTB.

Menurutnya untuk menetapkan pusat bibit dikatakannya sangat mudah. Yaitu dengan cara memilih tegakan yang baik. Demikian pula dengan mete, pilih tegakan yang bagus di klim sebagai sumber bibit. Meski punya sedikit tapi harganya bisa tinggi. Sama dengan kangkung Lombok yang memang tidak bisa diproduksi masal hingga satu ton sehari.‘’Jadi mainnya di kwalitas. Mutiara juga demikian,’’ ujarnya.

Mengenai penetapan kwalitas produksi, Bayu mengemukakan bahwa masyarakat di NTB belum melakukan pemilihan kelas produksinya. Pengalaman internasional 3-5 persen hasil produksi komoditi menjadi kwalitas premium sehingga bisa menutup produksi sehingga nilai tambahnya tidak dimiliki orang lain. ‘’Jangan di jual borongan atau per pohon. Semua harus digrade. Seperti mangga, mete, manggis. Ini pernah dicoba ke Singapura, menguntungkan,’’ ucapnya. Padahal transportasi produksi menggunakan pesawat udara Silk Air dari Mataram ke Singapura tidak murah, namun masih menguntungkan.

Ia pun meminta masyarakat NTB mengubah pandangan bahwa daerahnya luas sekali. Padahal sebenarnya sempit seperti titik dibanding Kalimantan. Seperti di ruang sempit. Arti pola pandang, ketika akan melakukan promosi investasi yang tidak butuh tanah banyak. Kalau hotel hanya butuh 10 hektar. Jenis investasi yang tidak butuh tanah luas. Sebab, kalau memerlukan lahan yang luas bisa kesulitan. Untuk mendapatkan lahan seluas 1.000 hektar di pulau Lombok dan 5.000 hektar di pulau Sumbawa dalam satu lokasi sangat sulit. Sebab tidak ada tanah negara yang bebas. Di NTB ada tanah negara bebas dan tanah negara yang tidak bebas karena dikuasai rakyat.

Lebih jauh, Bayu menyebutkan bahwa wilayah darat NTB sebenarnya tidak bisa dikatakan luas. Dari luas lahan di NTB dua juta hektar, separonya satu juta hektar berupa lahan hutan. Bandingkan dengan lahan di luar kawasan hutan itu di NTB sama dengan luas lahan satu HPH di Kalimantan. ‘’Begitu kecilnya kita ini,’’ katanya.

Selama ini, varietas lokal kacang tanah diandalkan untuk produksi kacang Garuda. Namun sewaktu hendak melakukan pembibitan di daerah Kabupaten Dompu, Garuda Food pernah kesulitan hendak menggunakan lahan 50 hektar yang dipinjami oleh pengusaha nasional ternyata tidak disetujui penduduk lokal. Karena terganggu maka rencana investasinya dibatalkan. Padahal sebenarnya bagus sekali. ‘’Investasinya tidak direalisasi. Kesulitannya tidak hanya untuk mendapatkan izin dari pemerintah tetapi juga berupa social licence,’’ ujarnya. Semestinya Pemerintah Kabupaten juga ikut membantu mengamankan sehingga tidak membuat rencana investasi menjadi terkatung-katung.(*/infomedia)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» Lima Buku Mendukung Pariwisata NTB
11/21/2014 09:28 pm | 1 Comment
» KOMUNITAS KAMPUNG MEDIA DI NTB
11/05/2014 02:16 pm | 10 Comments
» 311.394 PELANGGAN LISTRIK TIDAK TERKENA KENAIKAN TDL
10/29/2014 12:27 am | 1 Comment
» NTB Siap Menjadi Destinasi Syariah
10/28/2014 10:29 pm | 1 Comment
» DPRD NTB SUDAH TETAPKAN PERSETUJUAN PROVINSI PULAU SUMBAWA
10/24/2014 06:42 am | 3 Comments
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com