JAKARTA - Para menteri telah melaporkan capaian ekonomi Indonesia tahun 2009. Indonesia berhasil menekan dampak krisis keuangan global, hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,3 - 4,5 persen. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada bagian lain sambutan acara penyerahan Piala Citra Abdi Bhakti Negara di Istana Negara, Kamis (11/2) pagi.
Karena masih tahap laporan, Presiden belum bisa membuat pernyataan resmi. Tapi yang jelas, pertumbuhan 4,5 persen itu di atas angka perkiraan dunia yang hanya 3,5 - 4 persen. ”Tentu saja kita semua, termasuk gubernur, bupati dan walikota, saya tahu, dua tahun ini bekerja keras untuk menjaga ekonomi kita di tengah-tengah gejolak dunia yang seperti itu. Dan positif. Alhamdulillah, di tengah-tengah pertumbuhan negatif dari banyak negara tahun kemarin, kita mencapai pertumbuhan 4,5 persen,” kata SBY.
Selain angka pertumbuhan, inflasi yang dialami Indonesia untuk tahun 2009 berada dalam kisaran 2.8 persen. Menurut SBY, dalam 30 tahun terakhir, tiga kali inflasi kita hanya di bawah 3 persen.
Presiden juga menyebutkan angka cadangan devisa kita, yang saat ini tertinggi sepanjang sejarah, yaitu mencapai 66,5 miliar dolar AS. ”Kita ingin suatu saat cadangan devisa kita minimal 100 miliar dolar AS. Dengan demikian lebih aman, lebih luas kita untuk menghadapi gonjangan, baik dalam tingkat global maupun pada tingkat regional,” ujar Presiden SBY.(arc/presidensby-info)

