JAKARTA - Sistem penyelenggaraan haji Indonesia ternyata banyak diminati oleh sejumlah negara lain untuk dipelajari. Ini diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Slamet Riyanto pada Evaluasi haji di Jakarta, Kamis (5/2).
“Negara-negara seperti Iran, Nigeria dan Thailand belajar bagaimana pengelolaan atau sistem penyelenggaraan haji dari kita,“ tandas Slamet. Selain itu menurut Slamet, bahkan mufti Rusia secara khusus minta dikirim pembimbing-pembimbing haji dari Indonesia.
“Kita akan sanggupi dan akan kita kirim sejumlah orang untuk melatih bimbingan haji di Rusia. Ada dua kota yang menjadi tujuan di sana, yaitu kKazakhstan dan Moskow,“ papar Slamet.
“Jadi memang rupanya negara-negara lain mengamati betul dengan sistem penyelenggaraan haji yang kita terapkan. Memang sistem kloter itu sangat efektif sekali. Di sana selain ada pembimbing ibadah hajinya, juga terdapat dokter dan perawat sebagai layanan kesehatan. Belum lagi ke bawahnya ada regu dan sebagainya,“tambah Slamet.
Saat ditanya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2010 apakah ada kenaikan, Slamet mengaku belum bisa menjelaskan. “Itu akan dibahas oleh pemerintah bersama DPR. Nantinya kami akan membentuk panja dari ;pemerintah dan juga dari DPR. Jadi saya tidak bisa mengira-ngira,“ kata Slamet.
Sebelumnya, Menteri agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa terhitung tahun ini, jumlah dana setortan awal jamaah naik. dari semula 20 juta menjadi 25 juta. Demikian pula untuk haji khusus, dari semula setoran awalnya 3000 dolar menjadi 4000 dolar AS.
“Namun bagi jamaah yang sudah menyetor dengan setoran awal 20 juta, tidak perlu menambah lagi. Ini berlaku untuk yang terhitung tahun 2010 ini,“ tandas Menag.(rep/osa/ts/pimnas/depag)

