Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 29 January 2010 • EKONOMI

MATARAM – Jumlah bank yang membuka cabang di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Saat ini sudah ada 34 cabang dari 19 bank umum yang beroperasi di Mataram dan sekitarnya. Masih akan bertambah dengan akan dibukanya cabang bank Commonwealth, Panin Bank setelah dalam setahun terakhir muncul BTPN, OCBC-NISP dan Mayapada. Ini menunjukkan indikasi meyakinkan adanya pertumbuhan ekonomi di NTB.

Pemimpin Bank Indonesia (BI) Mataram Tri Darma mengemukakan bahwa aset perbankan selama Tahun 2009 mengalami pertumbuhan hingga 23,31 persen sehingga mencapai Rp11,32 triliun. Dana masyarakat yang dihimpun mencapai Rp7,45 triliun atau tumbuh sebesar 12,09 persen. Sedangkan dari sisi pembiayaan, kredit yang disalurkan mencapai Rp7,73 triliun atau tumbuh sebesar 21,74 persen.

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibanding dana masyarakat mendorong rasio loan to deposit ratio 103,67 persen. Ini mencerminkan bahwa perbankan NTB telah menjalankan fungsi intermediasinya dengan baik. ’’Dan menjadi indikator adanya aliran dana masuk untuk pembiayaan perbankan di NTB’’,’’ kata Tri Darma dalam laporannya kepada Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi pada pertemuan tahunan Perbankan Provinsi NTB, Kamis (29/1) malam.

Hanya, diakuinya, pembiayaan perbankan di NTB masih didominasi oleh kredit konsumsi sejalan dengan struktur ekonomi NTB yang berbasis kegiatan konsumsi dengan pangsa mencapai 63,25 persen dan memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 27,03 persen. Sedangkan kredit modal kerja dengan porsi sebesar 31,28 persen dan kredit investasi yang baru mencapai mencapai 5,47 persen dari total kredit masing-masing tumbuh sebesar 11,07 persen dan 9,72 persen.

Tri Darma mengatakan good corporate governance (tata kelola perusahaa) di NTB masih dirasakan kurang optimal. Masih ditemukan beberapa kelemahan dalam kegiatan operasional yang belum sesuai penerapan manajemen resiko dan atau prinsip kehati-hatian. Berdasarkan pemeriksaan BI selama tahun 2009, lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan perangkat audit internal ditengarai menjadi salah satu faktor penunjang terjadinya penyimpangan dan atau pelanggaran ketentuan baik eksternal maupun yang bersifat internal. Karenanya, Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi meminta perbankan NTB melakukan tata kelola yang baik. ’’Jangan seperti membiarkan memelihara penyakit. Di sini jangan sampai terjadi seperti di tingkat nasional,’’ ujarnya.(*)

1 Comment »
  • Bravo!
    Ntb has bright future, keep safe and peace always.

    Comment by Anak seribu pulau — January 31, 2010 @ 7:37 am

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com