MATARAM – Semakin bertambah banyak minat bekerja warga Nusa Tenggara Barat sebagai TKI. Selama 2009, jumlahnya mencapai 53.731 orang atau bertambah 1.458 orang dari tahun 2008 sebanyak 52.273 orang. Mereka terbanyak berangkat bekerja sebagai pekerja ladang di Malaysia Barat hingga 32.863 orang dan yang ke Saudi Arabia sebanyak 19.752 orang.
Para TKI NTB selama 11 bulan terakhir, Januari – Nopember 2009 mengirimkan uang ke keluarganya sebesar Rp586,742 miliar atau bertambah 10 persen yaitu Rp53,626 miliar dari tahun 2008 sebanyak Rp533,115 miliar.
Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI NTB Komang Subadra mengatakan kenaikan jumlah TKI NTB dan kiriman uang kepada keluarganya tersebut berkat peningkatan pelayanan melalui Layanan Terpadu Satu Atap. Selain itu adanya kordinasi dengan polisi di bandara dan pelabuhan membuat jera pelaku pemberangkatan liar dan tidak prosedural. ’’Dan sekarang ada pos kepulangan TKI dari Malaysia yang membantu kemudahannya,’’ kata Subadra sewaktu ditemui di Bandara Selaparang, Sabtu (9/1) petang.
Selama tahun 2009, TKI asal yang dideportasi dari Malaysia sebagai pendatang haram mencapai 4.228 orang atau menurun 776 orang (15,53 persen) dari tahun 2008 sebanyak 4.998 orang. Tetapi, jumlah santunan asuransi yang dibayarkan karena TKI yang meninggal disebabkan mengalami kecelakaan meningkat 417,97 persen atau bertambah Rp1 miliar lebih dari semula 2008 sebanyak Rp239,445 juta menjadi Rp1,24 miliar.(*)

