Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 23 December 2009 • AGAMA

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) akan membangun Islamic Center (IC) yang juga terbuka untuk pemeluk agama lain yang menghendaki melihatnya. Dananya diperkirakan mencapai Rp400 miliar – hanya 20 persen diambil dari APBD NTB - yang sebagian besar berasal dari masyarakat. Rencana pembangunannya akan diselesaikan dalam waktu tiga tahun, mulai Maret 2010 hingga 2013 sebelum berakhirnya masa jabatan pasangan Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi dan Wakil Gubernur Badrul Munir periode 2008-2013.

Disain master plan IC yang dipilih untuk dibangun milik Zulkifli Yusuf setelah memenangkan lomba diantara 16 peserta lomba yang semuanya berasal dari luar daerah Jakarta dan Bandung. Zulkifli memperoleh hadiah Rp75 juta, Haji Negara dari Bekasi mendapatkan hadiah Rp35 juta dan Budi Pradono dari Bintaro Jakarta Selatan berhak menerima Rp15 juta.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah NTB Rosyadi Sayuti menjelaskan bahwa dari disain tersebut, disarankan dilakukan modifikasi menara sehingga tampak lebih modern. ‘’Dan kami menerima saran ada ruang khusus untuk non muslim yang ingin berkunjung. Ini juga bagian dari syiar,’’ katanya menjawab konfirmasi, Rabu (23/12) siang. Ini mengikuti masjid Putra Jaya di Kuala Lumpur dan beberapa gereja yang menyiapkan ruang pemeluk agama lain agar bisa melihat ibadahnya orang Islam.

IC yang dibangun menggunanakan dana Rp400an miliar, sebagai pemancing pembiayaan dari APBD NTB-nya 20-30 persen saja. Lokasi utamanya menggunakan lahan seluas 7,6 hektar di lokasi Stadion KONI dan Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) dan SMPN 6 yang terletak di utara jalan seberang Masjid Raya Attaqwa Mataram. Pusat IC berada di sana. ‘’Ditargetkan pengalihannya selesai 2010,’’ ujarnya menjelaskan.

KONI itu akan dijadikan sebagai lahan gedung pendidikan. Gedung pendidikan yang dimaksud adalah lokasi pengalihan SMPN 6. Sedangkan SPP dialihkan ke lokasi kompleks asrama siswa dan perumahan guru yang terletak di dekat kebun kopi belakang timur kantor Imigrasi di Jalan Udayana.

Lokasi lama Masjid Raya Attaqwa Mataram dimodifikasi akan dijadikan pusat kajian Islam termasuk museum ilmu pengetahuan teknologi dan keIslaman serta perkantoran. ‘’Tadi pagi kami menerima pengarahannya dari gubernur,’’ katanya.(*)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com