MATARAM – Ratusan warga kota Mataram dan sekitarnya ngluruk kantor PLN Nusa Tenggara Barat, Kamis (17/12) siang. Mereka yang menumpang beberapa truck mengatasnamakan Federasi Serikat Nelayan Tani Buruh Indonesia (FSNTBI) meminta penjelasan adanya pemadaman bergilir yang berlangsung setiap tiga hari. Selain itu, juga mengeluhkan banyaknya alat-alat elektronik milik warga yang rusak akibat hidup matinya aliran listrik. Karenanya, mereka meminta jaminan segera berakhirnya pemadaman bergilir yang sudah berlangsung 10an tahun terakhir ini.
Mereka yang merupakan gabungan dari Aliansi Masyarakat Pesisir (AMAPI) Nusantara, Serikat Buruh Jasa Transportasi dan Angkutan (SB-Jatra), Asosiasi Karyawan Adil Sejahtera, Perhimpunan Tani Indonesia, Asosiasi Buruh Umum dan informal, ditemui oleh Manajer Teknik PLN NTB Akbar Ali. ’’Kapan bisa maju kalau listriknya padam terus,’’ kata Ketua Presidium FSNTBI Muhammad Taufik Budiman.
Sekretaris Jenderal SB Jatra Edi Irwanto mengatakan aksi demo ke PLN NTB tersebut memiliki target pemberian kompensasi keringanan tidak terlalu ketat menerapkan sanksi keterlambatan tiga hari membayar dengan cara tidak langsung diputus. ’’PLN juga harus bersedia mengganti alat elektronik yang rusak akibat hidup matinya aliran listrik,’’ ujar Edi. Setiap hidup dan matinya aliran listrik menyebabkan naik dan turunnya voltase.
Ia juga meminta ketegasan pelayanan pelanggan tanpa menerapkan diskriminasi terhadap calon pelanggan baru. Sebab, selama ini ia menengarai sistem pelayanan PLN tidak jelas terhadap pelanggan bisinis dan orang-orang yang memilki kedekatan dengan orang dalam.
Manajer Teknik PLN NTB Akbar Ali mengatakan bahwa saat ini daya mampu pembangkit listrik PLN Sektor Lombok hanya 83 megawatt (MW) padahal beban puncak malam hari mencapai 109 MW. Karena itu mesti harus memadamkan secara bergilir 26 MW. ’’Tanpa diminta kami punya target untuk menyukupinya,’’ ucap Akbar Ali menjawab konfirmasi.
Sekarang ini sedang dalam tahap pemasangan sewa pembangkit listrik lima megawatt yang diperhitungkan selesai akhir Desember 2009 nanti. Sewa tambahan lainnya 25 MW yang dijadwalkan bisa selesai April 2010. Juga relokasi mesin dari Sumatera yang dayanya lima megawatt dan selesainya pada bulan April 2010.(*)

