MATARAM – Pasangan Presiden dan Wakil Presiden SBY – Boediono menjadi target caci maki 90an orang aktivis mahasiswa Aliansi Front Perjuangan Rakyat (AFPR) di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Kamis (10/12) siang. SBY – Boediono dikatakan sebagai antek kapitalis dan boneka Amerika Serikat dan tidak berpihak kepada rakyat.
Mereka yang berasal dari Komite Persiapan Serikat Pemuda Merdeka NTB, Front Mahasiswa Nasional Mataram, Serikat Petani Indonesia yang melakukan hujatan terhadap SBY – Boediono tersebut sewaktu melakukan aksi memperingati Hari Hak Azasi Manusia yang berlangsung, Kamis (10/12). ‘’Hari ini kita dipimpin oleh rezim kepala batu yang tidak pernah berpihak kepada rakyat,’’ ujar mereka dalam orasinya di depan pintu selatan Kantor Gubernur NTB.
Selain berorasi di jalan utama Pejanggik di Mataram, aksinya diwarnai lagu-lagu perjuangan mereka yang berisi keprihatinan rakyat yang dibodoh-bodohin, bahwa hukum bukan untuk rakyat tetapi hanya untuk orang yang berduit. ‘’Sekarang ini kita dipimpin oleh rezin yang tidak berpihak kepada rakyat,’’ kata mereka.
Menurut juru bicara AFPR Ote Sarifudin, aksi yang mereka lakukan sesuai tema Perampasan, Tanah, Upah dan Kerja. ‘’Hentikan perampasan upah, tanah dan kerja,’’ ucap mereka.
Aksi mereka dilakukan disertai seorang mahasiswa yang mengenakan pocongan putih yang mengingatkan seorang aktivis mahasiswa IKIP Mataram M Ridwan yang tewas karena pembunuhan akibat melakukan aksi di kampusnya. Namun, hingga hari ini tidak terungkap dalang dibalik pembunuhan yang dilakukan oleh preman yang dikerahkan oleh penguru Yayasan Pembina IKIP Mataram.(*)

