MATARAM - Pengangguran penduduk di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 135.264 orang atau 6,3 persen dari 3.025.650 orang usia angkatan kerja. Terbanyak atau 64 persen diantara pengangguran tersebut hanya berpendidikan SLTA ke bawah. Sedangkan 36 persen pengangguran berpendidikan sarjana yang 10 persen Sarjana Lengkap dan selebihnya tamatan Diploma 1 yang dihasilkan lembaga pendidikan komputer atau manajemen dan sekretaris.
Besarnya pengangguran alumni tamatan Diploma 1 karena kenyataannya formasi yang ditawarkan tidak sebanding. Untuk mengatasi besarnya persentase pengangguran tersebut, sesuai program Menakertrans yang menargetkan dibawah lima persen, dibuka proogram tenaga kerja pemuda mandiri profesional dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) NTB. Selain itu, Dinas Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil Menengah NTB juga menawarkan lapangan kerja wira usaha baru.
Menurut Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB Bambang MR, tidak mungkin mereka semua yang menganggur itu bisa bekerja di luar negeri. ’’Karena itu harus dibuka pilihan alternatif dan paradigma baru,’’ kata Bambang ditemui di Kantor Gubernur NTB, Senin (23/11) siang.
Diantaranya memberikan pelatihan ketrampilan melalui pendidikan dan latihan. Disnakertrans NTB menyediakan mobil keliling ketrampilan las melalui Badan Latihan Kerja (BLK) yang dapat bergerak ke daerah lain. Juga pemberian 146 peralatan Bursa Kerja On Line (BKOL)
Rabu (25/11) lusa, Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi M uhaimin Iskandar akan berada di Mataram untuk menyelenggarakan kegiatan pencanangan Gerakan Penanggulangan Pengangguran dan Kota Terpadu Mandiri Labanka-Tambora..
Tahun 2009 ini, terdapat sekitar 50.000 orang yang berangkat bekerja sebagai TKI dan telah menghasilkan kiriman uang kepada keluarganya sebesar Rp531 miliar.. Targetnya sebanyak 60.000 orang.(*)

