Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 26 September 2009 • KESEHATAN

MATARAM – Lambatnya proses pengajuan hak paten Ekstrak Buncis Sebagai Obat Antiabetes dikeluhkan penemunya pengajar Universitas Mataram Dr.Yayuk Andayani M.Si. Padahal pengajuannya sudah dilakukan ke Departemen Hukum dan HAM sejak tiga tahun terakhir dan difasilitasi oleh Kementerian Negera Riset dan Teknologi serta didukung oleh RAMP (Recognition and Mentoring Program-Teknologi Kerakyatan Untuk Kesejahteraan).

Belum diterimanya sertifikat hak paten tersebut disampaikan oleh Yayuk Andayani, 48 tahun, dosen pengajar kimia di FKIP Universitas Mataram, sewaktu menjelaskan hasil – hasil penelitian pengajar Universitas Mataram, Jum’at (25/9) kemarin. ‘’Sudah sekian lama belum juga keluar,’’ katanya. Menurutnya, temuannya itu untuk mengatasi resistensi terhadap obat.

Rencananya akan diproduksi bersama RAMP selaku pendukung pengembangan inovasi sehingga dapat dipasarkan ke masyarakat luas. Temuan obat tersebut untuk mengatasi relatif tingginya harga obat anti diabetes yang berasal dari impor.

Yayuk Andayani mendapatkan fasilitasi dari RAMP untuk mengembangkan Ekstrak Buncis Sebagai Obat Antiabetes. Inovasi yang diajukan merupakan solusi bagi penderita diabetes sejumlah 8,6 persen dari populasi penduduk. Temuannya itu, yang disajikan dalam disertasinya sebagai doktor Program Studi Biologi Program Pasca Sarjana IPB tahun 2003, adalah kemampuan memperbaiki fungsi pancreas dari pasien dengan treatmet intra pancreatic.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com