MATARAM – Telah berlangsung lama dua minggu sejak awal September lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia (LIPI) Jakarta melakukan penelitian lingkungan laut dalam di selatan Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat. Penelitian tersebut sebagai bagian pemantauan lingkungan, sejak beroperasinya tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) selama sembilan tahun yang membuang tailing (limbah tambang) ke perairan Teluk Senunu di Samudera Hindia.
Tujuan penelitian yang menggunakan kapal penelitian Baruna Jaya VIII tersebut untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang kondisi dan lingkungan laut dalam di sekitar penempatan tailing. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui dan memantau dampak dari Sistem Penempatan Tailing Dasar Laut yang dilakukan oleh PT NNT.
Senior Manager Environmental Affairs PT NNT Potro Soeprapto melalui keterangan pers yang disampaikan, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut akan digunakan oleh para ahli PT NNT dalam melakukan pendataan kondisi laut dalam yang tidak dapat dicapai tanpa menggunakan kapal penelitian laut dalam. Data-data tersebut akan dipakai termasuk untuk memperbaharui model penempatan tailing bawah laut. ‘’Survei ini sekaligus kami lakukan untuk memvalidasi prediksi dalam ANDAL, katanya. Juga untuk memenuhi persyaratan hukum sesuai dengan izin penempatan tailing PT NNT.
Menurutnya, PT NNT bersama Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI juga telah melakukan penelitian laut dalam tahun 2003 lalu untuk memantau dan mengidentifikasi keberadaan tailing di laut selatan Sumbawa Barat. Penelitian laut dalam menggunakan kapal penelitian Baruna Jaya VIII yang dilengkapi peralatan penelitian dan alat analisis data yang canggih sehingga mampu melakukan pendataan pada kedalaman ribuan meter di bawah permukaan laut.
Katanya, penelitian bersama PT NNT dan LIPI merupakan salah satu wujud komitmen PTNNT yang tinggi untuk menjadi yang terdepan dalam perlindungan lingkungan.(supriyantho khafid/lomboknews)

