Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 18 September 2009 • LINGKUNGAN

MATARAM – Telah berlangsung lama dua minggu sejak awal September lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia (LIPI) Jakarta melakukan penelitian lingkungan laut dalam di selatan Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat. Penelitian tersebut sebagai bagian pemantauan lingkungan, sejak beroperasinya tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) selama sembilan tahun yang membuang tailing (limbah tambang) ke perairan Teluk Senunu di Samudera Hindia.

Tujuan penelitian yang menggunakan kapal penelitian Baruna Jaya VIII tersebut untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang kondisi dan lingkungan laut dalam di sekitar penempatan tailing. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui dan memantau dampak dari Sistem Penempatan Tailing Dasar Laut yang dilakukan oleh PT NNT.

Senior Manager Environmental Affairs PT NNT Potro Soeprapto melalui keterangan pers yang disampaikan, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut akan digunakan oleh para ahli PT NNT dalam melakukan pendataan kondisi laut dalam yang tidak dapat dicapai tanpa menggunakan kapal penelitian laut dalam. Data-data tersebut akan dipakai termasuk untuk memperbaharui model penempatan tailing bawah laut. ‘’Survei ini sekaligus kami lakukan untuk memvalidasi prediksi dalam ANDAL, katanya. Juga untuk memenuhi persyaratan hukum sesuai dengan izin penempatan tailing PT NNT.

Menurutnya, PT NNT bersama Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI juga telah melakukan penelitian laut dalam tahun 2003 lalu untuk memantau dan mengidentifikasi keberadaan tailing di laut selatan Sumbawa Barat. Penelitian laut dalam menggunakan kapal penelitian Baruna Jaya VIII yang dilengkapi peralatan penelitian dan alat analisis data yang canggih sehingga mampu melakukan pendataan pada kedalaman ribuan meter di bawah permukaan laut.

Katanya, penelitian bersama PT NNT dan LIPI merupakan salah satu wujud komitmen PTNNT yang tinggi untuk menjadi yang terdepan dalam perlindungan lingkungan.(supriyantho khafid/lomboknews)

2 Comments »
  • Great, but what about sekotong, i would like to inform you all that i saw too much mercury, even arsenik spread out everywhere in sekotong teritory, jadi sekotong tinggal tunggu musnahnya aja, gold finish than remain only destruction for sekotong.
    Just for your kind info, satu sisi ekonomi mungkin ok, tapi dampak environment yg rusak luar biasa, jadi siap2 aja pak zaini ama pak mahrip kami seret dan minta pertanggungjawabannya atas kerusakan lingkungan kami, semoga diperhatikan jangan telat, karena para pemilik gelondongan semakin masa bodoh buang tailing yg mengandung mercury kemana mana, bahkan zat arsenik yg nota bene adalah pure poison.

    Comment by S.o.k — September 19, 2009 @ 8:18 am

  • benar tuh, pak S.o.k..,jangan dong sumbawa barat jadi the next Minamata! juga dengan Sekotong, kasian kan alam yang bagus itu, tapi kemudian manjadi ancaman bagi kehidupan. Harusnya pemerintah cepat ambil tindakan di Sekotong, trus untuk LIPI, kalau penelitiannya barengan juga dengan NNT, apa iya hasil penelitiannya gak “terkontaminasi” ya???

    Comment by aninggili — October 8, 2009 @ 12:45 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com