MATARAM – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Zulkifliemansyah menyatakan putra daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) layak ditunjuk sebagai menteri dalam kabinet presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono. Tetapi diingatkan bahwa bukan zamannya memaknai jabatan menteri itu secara berlebihan.
Namun ditegaskan bahwa SBY bukan orang yang senang di fait acompli yang mengatas namakan kedaerahan mengharuskannya untuk memilihnya. ‘’Mudah-mudahanlah ada dari NTB. Potensinya luar biasa,’’ ujar Zulkieflimansyah, 37 tahun, doktor ekonomi industri yang pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia ditemui sewaktu bertemu Gubernur NTB Zainul Madjdi, 38 tahun, Rabu (26/8) siang. Sesama tokoh muda, Zulkliemansyah menyatakan ingin saling mendukung Zainul Madjdi sebagai tokoh muda yang potensial yang karirnya tidak berhenti sebagai gubernur saja.
Tidak menyebut dirinya, ia mengatakan ada Harun Al Rasyid, Farouk Muhammad, Din Syamsuddin, Hamdan Zoelva dan Fahri Hamzah. Para tokoh NTB dipimpin oleh pemuka daerah seperti bekas Wakil Gubernur NTB Lalu Azhar dan Lalu Mudjitahid sudah beberapa kali bertemu di Mataram untuk munculnya seorang menteri dari NTB.
Menurutnya, partainya menganggap jabatan menteri dalam kabinet mendatang bukan karena bagi-bagi. Partai Keadilan Sejahtera disebutnya tidak membangun kultur bagi-bagi kekuasaan dan meminta jabatan. Di dalam partainya jabatan menteri merupakan penugasan. Kalau seandainya ada lima orang PKS yang mendapatkan kepercayaan sebagai menteri bukanlah berlebihan dan tidak untuk gagah-gagahan. ‘’Kabinet yang sekarang sudan empat orang,’’ ujarnya.(supriyantho khafid/lomboknews)

