MATARAM – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Zulkieflimansyah meminta dimuliakannya demokrasi. Kalau ingin memperkuat system presidensial, kita perlu juga satu oposisi yang konstruktif yang kuat di parlemen. Dikawatirkan, masyarakat kehilangan harapan karena terkooptasi oleh pemerintah sehingga muncullah kekuatan extra parlemen – kembali ke jalanan dipenuhi tuntutan, mahasiswa turun lagi aksi goyang – goyang pagar. Untuk pendewasaan demokrasi, ini tidak bagus. Kita bisa memaklumi tetapi perlu dipikirkan ulang.

Zulkieflimansyah mengemukakannya sewaktu bertemu wartawan di ruang tunggu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Rabu (26/8) siang. Ia menanggapi adanya pendekatan partai pemenang pemilu legislatif maupun presiden yang mendekati PDIP dan Partai Golkar. ‘’Kalau semua merapat ke penguasa, atas nama perpsektif memuliakan demokrasi, ini preseden yang kurang baik,’’ ujarnya.

Dikatakannya, memang ada dua perspektif partai politik di Indonesia yaitu pertama setiap elit politik di Indonesia punya tendensi memuliakan relasi sosial, ingin mengakomodir dan menyenangkan lebih banyak orang. Seperti Partai Demokrat yang bertemu banyak orang dan menginginkan harmonis. ‘’Mengakomodir PDIP atau Golkar merupakan justifikasinya. Apalagi tantangan pemerintah ke depan itu berat,’’ katanya.

Ia menyebutkan bahwa ekspektasi masyarakat tinggi sekali kepada pemerintahan baru ini. Industri rendah dan pengangguran banyak kemiskinan dimana-mana. Infrastruktur publik jelek. Karena itu memerlukan parlemen yang kuat butuh dukungan yang solid sehingga tidak ada interupsi politik yang tidak perlu. ‘’Dalam konteks memuliakan relasi sosial tersebut kita bisa menghargai memaklumi keinginan itu,’’ ucapnya.(supriyantho khafid/lomboknews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here