MATARAM – Dalam suasana puasa Ramadhan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madjdi mendatangi ruang-ruang kerja karyawan Sekretariat Daerah NTB, Selasa (25/8-2009) siang. Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bersama Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik memeriksa ruang kerja karyawan mulai dari lantai tiga hingga dasar sambil meminta penjelasan tugas pekerjaan yang ditangani masing-masing karyawan yang ditemuinya.
Ketika berada di ruang-ruang kerja Akuntansi dan Laporan Biro Keuangan, Kepala Bironya Awaludin melaporkan bahwa semua pekerjaan telah dilakukan menggunakan fasilitas komputer. Namun, kepada para karyawati diingatkan : ‘’Jangan main game ya.’’ Sebaliknya, sewaktu berada di ruang kerja Biro Administrasi Kerja Sama dan Sumber Daya Alam, ia menerima pemberitahuan bahwa beberapa laptop yang berada di meja kerja adalah milik pribadi karyawan. ‘’Ini milik pribadi pak,’’ ujar seorang karyawan menunjuk adanya dua unit laptop di meja.
Sewaktu berada di ruang Bagian Pengolahan Data Elektronik Biro Umum, ia mempertanyakan penyelesaian SMS yang melaporkan dan mengusulkan segala macam persoalan kepada dirinya. ‘’Rata-rata sepuluh SMS yang masuk pak,’’ ujar seorang karyawati menjawab. Zainul Madjdi baru mengetahui bahwa SMS yang dikirimkan tidak pendek-pendek namun cukup panjang. ‘’Saya kira SMS nya pendek-pendek,’’ ujarnya sewaktu berbicara dengan Kepala Bagian Pengolahan Data Elektronik Biro Umum Ibnu Salim.
Diantaranya, SMS yang ditujukan kepada Gubernur NTB tersebut yang sempat dibaca adalah usulan libur sekolah sebulan penuh selama bulan puasa. ‘’Karena konsentrasi belajar tidak maksimal. Badan sudah lemas,’’ ujarnya mengutip kalimat dalam SMS tersebut. Zainul Madjdi menduga kiriman SMS tersebut berasal dari siswa. Di sana, juga ada data pejabat yang tidak ditempat karena bepergian ke luar daerah atau sebab lain yang juga disinergikan dengan fasilitasi informasi di ruang kerja Gubernur NTB.
Ia kemudian meminta diklasifikasikan SMS yang masuk berdasar sektor pembangunan diantaranya pendidikan dan kesehatan yang menjadi perhatian selama kepemimpinannya periode 2008-2013. Selain itu, ia meminta para pengirim SMS diberikan jawaban agar merasa memperoleh respon dan kiriman SMS nya diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Sewaktu bertemu Kepala Biro Organisasi Darmaji, Gubernur NTB meminta dioptimalkannya kinerja pejabat struktural. Sebelumnya, Darmaji telah menjelaskan kecukupan jumlah pejabat struktural di lingkungan Pemprov NTB namun diminta untuk mengantisipasi kebutuhan yang akan datang. ‘’Jangan dihitung hari ini saja. Tetapi juga perlu dilihat faktor kebutuhan yang akan datang,’’ ucapnya.(supriyantho khafid/lomboknews)

