MATARAM – Untuk mengembangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Bumi Sejuta Sapi (BSS), telah direkrut sebanyak 50 orang sarjana untuk bergabung sebagai Sarjana Membangun Desa (SMD) yang akan memimpin kelompok peternak memelihara sapi, kambing dan ayam. Rencananya, 1-2 September mendatang mereka akan memperoleh pembekalan bersama SMD asal Bali dan Nusa Tenggara Timur.
SMD yang direkrut tersebut akan memimpin kelompok peternak yang dibiayai oleh dana APBN mengembangkan 38 kelompok peternak sapi, 11 kelompok peternak kambing dan satu kelompok ayam bukan ras. Setiap kelompok sapi dibiayai Rp325 juta, kelompok kambing memperoleh dana Rp150 juta dan kelompok ayam bukan ras Rp80 juta. Dana yang disiapkan APBN tersebut untuk pengadaan ternak betina.
Sabtu (22/8) siang tadi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Abdul Samad bersama Staf Ahli Gubernur NTB bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan Syamsul Hidayat Dilaga menjelaskan bahwa SMD tersebut direkrut berdasarkan ketrampilan sebagai pembina, mahir manajerial dan bisnis serta berwawasan peternakan. ‘’Mereka diseleksi berdasarkan proposal yang diajukan,’’ ujar Samad. Semula ada 332 sarjana yang maju dan disaring hingga tersisa 50 orang.
Selain itu, menurut Syamsul, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga akan melakukan survey pakan untuk mengetahui potensi ketersediaan guna dibangunnya pabrik mini pakan ternak. Sebagai ternak yang memamah biak butuh pakan konsentrat. ‘’Sapi tidak hanya memerlukan pakan serat hijauan tetapi juga,’’ katanya.
Saat ini populasi ternak sapi di NTB mencapai 546.114 ekor yang diharapkan pada tahun 2013 telah bisa menjadi Bumi Sejuta Sapi. Setiap tahun ditargetkan meningkat 13 persen dari semula bertambah 7,6 persen.(supriyantho khafid/lomboknews)

