Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Thursday, 20 August 2009 • PARIWISATA

JAKARTA - Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pasca-bom Mega Kuningan mengalami kenaikan signifikan. Tangggal 1-16 Juli 2009 (sebelum terjadi peristiwa bom) jumlah wisman yang datang ke Bali sebesar 116.530 orang atau rata-rata mencapai 7.283 orang per hari, sedangkan pada 17-27 Juli 2009 (setelah terjadi peristiwa bom) sebesar 79.378 orang atau rata-rata mencapai 7.938 orang per hari.

Hasil Laporan Evaluasi Kedatangan WNA Melalui Bandara Ngurah Rai yang dilakukan Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan (P2DSJ) Depbudpar menyebutkan, selama 27 hari pada bulan Juli 2009 jumlah kedatangan WNA (Wisman) ke Bali tercatat sebesar 195.908 orang atau mencapai rata-rata 7,535 orang per hari atau terjadi kenaikan hingga 16,9% dibandingkan Juni 2009 yang mencapai rata-rata 6.661 orang per hari. Sedangkan bila dibandingkan dengan Juli 2008 yang mencapai rata-rata 6.111 orang per hari, terjadi kenaikan sebesar 23,3 persen.

Laporan tersebut juga menyebutkan, kondisi tingkat hunian kamar hotel di Bali pasca-bom Mega Kuningan menunjukkan peningkatan yakni dari rata-rata 65,07% pada posisi 1-16 Juli 2009 (sebelum terjadi peristiwa bom) menjadi 73,44% pada 17-27 Juli 2009 (setelah terjadi bom). Sehingga munculnya peristiwa bom Mega Kuningan tidak mempengaruhi kondisi pariwisata Bali, demikian kesimpulan laporan evaluasi tersebut.(pusformas/lomboknews)

2 Comments »
  • Kenapa Pemda nggak cepat tanggap kalau Wisatawan ke Lombok semakin berkurang. Jangan ngarepin Pajak nambah2 terus, tapi faktor2 pendukung nggak diperhatiin. Jamin be-ratus2 persen, kalau Pariwisata di NTB terutama di Lombok. Akan begini2 terus kalau tidak ada peningkatan dan perubahan yang berarti.

    Comment by Insyaf Sadar — August 20, 2009 @ 7:45 pm

  • Ya, Pak Gubernur seharusnya ingat dengan apa yg dia janjikan sebelum menjadi Gubernur, tetapi sampai sekarang Pak Gubernur tidak melakukan apa apa yg berarti untuk perubahan pariwisata di Lombok.

    Dan pemerintah Lombok masih tidak bisa memisahkan urusan agama dan pariwisata.

    Sekarang Bali masih ramai, tapi turis tidak akan datang ke Lombok karena Ramadan dan pemerintah tak bisa jamin masalah keamanan.

    Malah solusi yang ditawarkan: pemerintah akan membangun Islamic Centre di Mataram, bukannya memperbaiki fasilitas pariwisata di Lombok.

    Comment by jenuh juga — August 30, 2009 @ 11:40 am

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com