MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera membangun Islamic Centre di kota Mataram menggunakan lahan Stadion KONI dan Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) yang terletak di utara jalan seberang Masjid Raya Attaqwa Mataram. Masterplan sudah dilombakan menggunakan anggaran 2009 sebesar Rp300 juta dan pembangunan konstruksinya diperkirakan mulaI awal 2010 mendatang mencapai Rp300 miliar.
Menurut Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik, pembiayaan Islamic Centre tersebut selain menggunakan dana APBD NTB juga melibatkan partisipasi lembaga lain dan masyarakat. Sebagai tahap awal untuk pembangunan konstruksi, melalui APBD 2010 diusulkan anggaran sebesar Rp15 miliar yang dialokasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum NTB untuk kegiatan pematangan lahan, relokasi gedung SPP Mataram, penataan fasad bangunan sepanjang jalur koridor kawasan Islamic Centre. ‘’Juga penataan fasilitas lingkungan sosial sekitarnya dan beberapa bangunan tahap pertama,’’ kata Malik, Selasa (18/8-2009).
Penempatan alokasi anggaran pembangunan Islamic Centre pada bidang perumahan, disesuaikan dengan kode dan nomenklatur program dan kegiatan yang relevan dengan nomenklatur yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 13 tahun 2006 yaitu program pemberdayaan komunitas perumahan, dengan nomenklatur nama kegiatan yang relevan adalah fasilitasi pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman berbasis masyarakat.
Hal ini terkait dengan fungsi dan keberadaan islamic centre sebagai sarana bagi kebutuhan masyarakat dalam pengembangan kualitas manusia dan lingkungannya. Pembangunan Islamic Centre selain sebagai upaya menyediakan tempat ibadah yang representatif bagi masyarakat, juga diharapkan akan menjadi icon NTB. Untuk itu, dalam pelaksanaan pembangunannya, membutuhkan peran serta masyarakat mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pelaksanaan dan pengawasan.
Pada tahap perencanaan telah dilakukan pertemuan untuk menjaring masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat maupun kalangan akademisi dan praktisi yang memahami dan memiliki pandangan dan pengetahuan terhadap konsep maupun filosofi dari keberadaan islamic centre yang diharapkan.(supriyantho khafid/lomboknews)

