Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Sunday, 2 August 2009 • PERTANIAN

MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan ekspor kopi Arabica untuk kopi specialty mencapai 2.000 ton. Perluasan dan rehabilitasi lahan disiapkan hingga 1.000 hektar yang biayanya bersumber dana APBN dan APBD sebesar Rp5 juta perhektar. Karenanya, bekerja sama pendampingan dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, dilakukan peningkatan produksi dan perbaikan mutu kopi dari Robusta menjadi Arabica spesifik lokasi Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Batu Lanteh di Kabupaten Sumbawa dan Tambora di Kabupaten Dompu.

Saat ini, luas areal kopi di NTB mencapai 31.000 hektar yang menghasilkan 550 kilogram per hektar. Kepala Dinas Perkebunan NB Lalu Mawarir Haikal mengatakan bahwa pengembangan kopi sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir, 2007. Setelah pengembangan tersebut diharapkan harga kopi NTB bisa meningkat dari semula Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu perkilo. ‘’Bandingkan dengan harga kopi di Bali dan Flores,’’ kata Mawarir, Sabtu (1/8-2009). Ia menyebut harga kopi specialty di Bali mencapai Rp34 ribu perkilo dan Flores Rp28 ribu perkilonya.

Selain kopi, dalam rangka ketahanan pangan dan gizi, NTB juga mengembangkan tanaman kakao seluas 2.500 hektar setahun sehingga mampu menghasilkan 2.500 ton.Saat ini, lahan kakao telah mencapai 16.700 hektar yang menghasilkan 550 ton perhektar. Pengembangan kakao di NTB ini merupakan program gerakan nasional yang meliputi 15 dari smeula sembilan provinsi. Pagu pembiayaan kakao di NTB sebesar Rp14 miliar.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com