Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 24 July 2009 • EKONOMI

MATARAM – Penambangan Batu Hijau oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) terancam dihentikan tahun 2010 mendatang. Penghentian dilakukan apabila PT NNT tidak mendapatkan pinjam pakai lahan untuk menampung batuan buangan. Operasi penambangan Batu Hijau di Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat hanya akan melakukan proses pengolahan untuk untuk beberapa tahun saja sesuai timbunan bijih yang ada di stockpile.

Padahal pemerintah daerah bersiap melakukan divestasi saham PT NNT tahun 2006-2007 sebesar 10 persen senilai Rp4,1 triliun bersama PT Multi Capital. Dan seterusnya akan dilakukan divestasi 2008-2009 sebesar 14 persen dan 2010 sebesar tujuh persen.

Kesulitan penambangan batuan di lokasi Batu Hijau tersebut sudah dialami PT NNT sejak empat tahun terakhir. Menteri Kehutanan belum menizinkan penggunaan lahan hutan lindung Tatar Sepang di kawasan tambangnya guna stockpile - menumpuk batu tambang yang belum segera diproses. Karena kesulitan pinjaman tambahan 38 hektar yang dibutuhkannya, akibatnya produksi tidak bisa berlangsung sesuai kapasitasnya dan berdampak terancamnya aktivitas ribuan orang tenaga kerja di sana.

Manajer Public Relations PT NNT Kasan Mulyono menjelaskan bahwa untuk menggali lagi sumur tambang perlu persiapan lahan waste dump atau daerah tempat penimbungan batuan buangan yg memakan waktu beberapa tahun. Apabila sampai dengan 2010 mendatang tidak dikeluarkan izin pinjam pakai lahan tersebut, PT NNT tidak bisa melanjutkan penambangan di sumur tambang. ‘’Karena ketiadaan lahan untuk menampung batuan buangan,’’ ujarnya menjawab konfirmasi, Jum’at (24/7-2009) pagi. Yang dimaksud batuan buangan (waste rock) adalah batuan yang tidak mengandung mineral yang ekonomi untuk diolah. Namun, ia masih yakin pemerintah akan memberikan pinjam pakai lahan yang dibutuhkan tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat (NTB) Heryadi Rachmad yang juga komisaris PT Daerah Maju Bersaing milik Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, menyebutkan semula eksploitasi akan berlangsung hingga 2016. Tapi kalau tidak mendapatkan pinjaman lahan tersebut, maka dihentikan. ‘’Stockpilenya sudah menjulang tinggi sekali,’’ kata Heryadi. Penggunaan alat angkutnya haultruck yang semula 111 unit telah dikurangi menjadi 95 unit. Dan rencananya apabila tetap kesulitan stockpile, mulai Agustus 2009 mendatang hanya menggunakan 75 unit saja. ‘’Ini berarti pengurangan tenaga kerja,’’ ucapnya pula.(supriyantho khafid/lomboknews)

3 Comments »
  • penuh liku2 ya mas pri, he9x

    Comment by srnNTB — July 25, 2009 @ 4:55 am

  • pulang kampung aja dah

    Comment by budi — August 3, 2009 @ 9:59 pm

  • ryan ryan

    Comment by anas — August 13, 2009 @ 8:49 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com