Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 11 July 2009 • EKONOMI

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madjdi, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Zulkifli Muhadly, Bupati Kabupaten Sumbawa (KS) Jamaludin Malik sepakat menunjuk Multy Capital (MC) – BUMI Group sebagai mitra perusahaan daerah PT Daerah Maju Bersaing untuk melakukan divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Dalam perusahaan yang akan dibentuk bersama nanti, pemerintah daerah mendapatkan saham sebesar 25 persen. Segala pembiayaan pendirian perusahaan dan pembayaran divestasi akan ditanggung oleh MC. Selain itu, MC juga menjanjikan membangun smelter (untuk prosesing konsentrat tambang menjadi logam).

Penetapan MC sebagai mitra tersebut diputuskan dalam pertemuan ketiga kepala daerah tersebut bersama komisaris dan direksi PT DMB yang berlangsung selama dua jam di ruang Mawar Hotel Grand Legi, Sabtu (11/7-2009) siang ini. ‘’Dalam waktu empat belas hari disusun nota kesepakatannya,’’ kata Direktur Utama PT DMB Andy Hadianto yang juga juru bicara Gubernur NTB. Kalau tidak terjadi kesepakatan, maka penetapan dibatalkan dan akan menunjuk perusahaan lainnya.

Adapun kesepakatan tersebut berisi obyek dan subyek, kedudukan harus di Mataram, tata cara pembayaran devident beserta besaran pembayarannya dan konsekwensinya apabila terjadi wanprestasi. ‘’MC juga tidak diizinkan mengalihkan sahamnya kepada pihak lain,’’ ujar Andy didampingi komisaris PT DMB Heryadi Rachmad yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB.

Sesuai tawaran MC, pemerintah daerah berhak membayar 10 persen saham PT NNT yang menambang tembaga, perak dan emas di lokasi Batu Hijau Kecamatan Jereweh KSB. Juga, berhak menempatkan yang ditunjuk menjadi komisaris dan direksi pada perusahaan kerja sama yang dibentuk serta penempatannya pada PT NNT.

Enam perusahaan calon mitra PT DMB yang ikut menawarkan membeli saham PT NNT adalah PT Valco Mulia Internasional, PT Batavia Plc – Amstelco London, Multy Capital – Bumi Resources, Media Group – Surya Paloh, Multy Indonesia Trading, dan perusahaan lokal PT Sinar Rinjani Tambora.

Menurutnya, perusahaannya akan menginginkan membayar seluruh saham jatah nasional hingga 51 persen. Bukan hanya 10 persen untuk divestasi 2006-2007 sebesar US $ 391 juta. Tahun 2008 saham yang harus didivestasikan sebanyak tujuh persen yang ditawarkan US $ 426 juta dan jatah divestasi tahun 2009 sebesar tujuh persen senilai US $ 348 juta. Belum dibicarakan divestasi tahun 2010 sebesar tujuh persen. Bahkan duapuluh persen yang sudah dimiliki pengusaha nasional Yusuf Merukh – PT Pukuafu Indah.

Sumber di Mataram menyebutkan bahwa untuk membangun smelter dibutuhkan dana sekitar US $ 600 ribu - US $ 1 miliar. ”Tetapi, smelter itu memerlukan industri ikutan,” katanya.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com