MATARAM - SBY - Boediono memenangkan pemilihan presiden 2009 di Lembaga Pemasyarakatan Mataram. suara yang diperolehnya 238 menyisihkan pasangan Megawati - Prabowo mendapatkan 72 suara dan Muhammad Jusuf Kalla - Wiranto mengumpulkan 70 suara.
Di TPS XVII Dasan Agung Mataram, SBY - Boediono juga dimenangkan oleh 326 orang pemilihnya, sedangkan Muhammad Jusuf Kalla 53 suara dan Megawati - Prabowo hanya mendapatkan 12 suara.
Pemilu presiden yang berlangsung di aula setempat, sebagai TPS VIII Kelurahan Mataram Barat, hanya 388 orang nazrapidana dan tahanan atau separuh dari 602 penghuninya yang menggunakan haknya memilih. Suara batal atau tidak sah delapan.
Kepala Lapas Mataram Purwadi Utomo mengsyukuri pilpres di sana karena jumlah suara yang tidak sah hanya delapan. ”Ini berkat sosialisasi,” katanya. Mengenai mereka yang tidak memilih 214 orang, karena program cuti bersyarat 37 dan cuti menjelang bebas dua orang dan tidak memiliki KTP.
Di sana, dari 388 orang yang memilih, selain yang masuk dalam daftar pemilih tetap juga ada lima orang gunakan model A7 yang merupakan surat menyontreng di luar daerahnya dan ada 25 orang yang menggunakan KTP.
Penghitungan yang dimulai pukul 13.12 Waktu Indonesia Tengah dan berakhir diawali dengan spontanitas tepuk tangan serta teriakan dari penghuni lapas di kamar-kamar berterali besi tersebut. Dibuka dengan perolehan suara untuk SBY-Boediono dan silih berganti dengan pasangan Mega-Parabowo, JK-Wiranto, sebanyak surat suara dinyatakan batal karena dobel contrengan dan tulisan yang menandai tiga kolom gambar pasangan dengan tulisan Tikus Kantor.(supriyantho khafid/lomboknews)


