Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 4 July 2009 • PENDIDIKAN

MATARAM – Kebijakan sekolah di Mataram yang memberlakukan pembelian baju seragam dan biaya pembangunan terhadap siswa baru bahkan juga terhadap siswa lama hingga le;bih Rp1 juta dinilai oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB) Badrul Munir terlalu kreatif. Karenanya, Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan kordinasi sebab bukan merupakan skenario Pemerintah Provini (Pemprov) NTB yang menerapkan bantuan pendidikan gratis.

Pada penerimaan siswa baru, salah seorang orang tua Hama di Dasan Agung terpaksa harus mencari pinjaman hutang Rp2 juta dan bersedia mengembalikan Rp5 juta secara mengangsur agar dapat melunasi kewajiban anak gadisnya yang baru masuk Sekolah Menengah Kejuruan di Mataram. ‘’Biaya sekolah yang tidak mampu sedang diatasi kok kepentingan sekundernya malah memberatkan,’’ katanya kepada wartawan di ruang Humas Pemprov NTB, Sabtu (4/7-2009).

Untuk mencegah bertambah beratnya para orang tua yang tidak mampu, Pemprov NTB akan melakukan kordinasi dengan Bupati dan Walikota dan mengevaluasinya. ‘’Yang pasti jangan sampai tidak bisa sekolah karena masalah sekundernya,’’ ujarnya.

Sejak dilantik sebagai pasangan Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi dan Wagub NTB Badrul Munir periode 2008-2013, September 2008 lalu, telah diberlakukan pemberian bantuan biaya pendidikan. Mulai 28 Maret lalu, Pemprov NTB mengucurkan dana bantuan pendidikan untuk 27.030 orang siswa tidak mampu SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTS), SMA/SMK/Madrasah Aliyah (MA) sebesar Rp80.563.116.000 atau Rp80,563 miliar.

Setiap bulannya siswa SD/MI memperoleh beasiswa Rp30 ribu, SMP/MTs Rp48 ribu, SMA/MA Rp65 ribu. Secara terinci keseluruhan pemberian beasiswa untuk kota Mataram 8.491 siswa sebesar Rp4,261 miliar, Kabupaten Lombok Barat 24.710 siswa Rp12,009 miliar, Kabupaten Lombok Utara Rp 9.281 siswa Rp4,318 miliar, Kabupaten Lombok Tengah 30.653 siswa Rp15,014 miliar, Kabupaten Lombok Timur 35.464 siswa Rp16,924 miliar, Kabupaten Sumbawa Barat 4.327 siswa Rp2,115 miliar, Kabupaten Sumbawa 12.141 siswa Rp5,906 miliar, Kabupaten Dompu 12.858 siswa Rp6,242 miliar, Kabupaten Bima 21.260 siswa Rp10,674 miliar, Kota Bima 3,095 miliar.

Pemprov NTB juga menyediakan beasiswa kepada 2.500 orang mahasiswa program S1 yang setiap bulannya mendapatkan dana Rp200 ribu yang seleksinya dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Sedangkan beasiswa lainnya juga diberikan kepada 200 orang mahasiswa S2 yang setiap bulannya diberikan Rp1 juta dan 20 orang mahasiswa S3 mendapatkan Rp2 juta sebulannya.(supriyantho khafid/lomboknews)

2 Comments »
  • Ya Pak, kami betul2 amat suangat “prihatin” sekali…atas “kreativitas” tersebut, Jumlahnya suangat besar dan sulit masuk akal. Koordinasi aja mungkin belum cukup pak, harus ada payung hukumnya untuk membendung maksud yang kurang terpuji tsb… halo para “pengelola” sekolah, SADARLAH…

    Comment by srnNTB — July 5, 2009 @ 6:08 am

  • Sekarang bukan Dinas yang KORUPSI, tapi SEKOLAH!

    Comment by L.Zulkarnain — December 20, 2009 @ 11:16 am

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com