MATARAM – Selama tiga tahun terakhir nilai ekspor kerajinan Nusa Tenggara Barat (NTB) merosot. Penyebabnya selain kelesuan pasar akibat krisis ekonomi, juga keterbatasan bahan baku dan ketertinggalan ketrampilan pengrajin. Kalau pada tahun 2005 nilainya US $ 1,991 juta, terus menurun pada tahun 2006 menjadi US $1,003 juta, 2007 sebesar US $ 679.042 dan 2008 lalu anjlok hanya US $ 425.397.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Herry Erpan Rayes menjelaskan penyebab penurunan nilai ekspor tersebut, seusai peresmian kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB yang juga difungsikan sebagai ruang pamer hasil kerajinan. Menurutnya, kerajinan yang dilengkapi anyaman menggunakan bahan baku ketak - sejenis alang-alang, harus didatangkan dari Nusa Tenggara Timur. ‘’Di sini bahan bakunya sudah mau habis,’’ katanya, Rabu (24/6) siang.
Ada 45 item hasil kerajinan di NTB. Enam item komoditi ekspor kerajinan yang tertinggi nilai ekspornya tahun 2008 setelah kerajinan buah kering yang nilainya US $ 137.257 adalah gerabah (US $ 75.222), kerajinan kayu (US $ 62.871), kerajinan keramik (US $ 44.757), kerajinan rotan (US $ 30.543), kerajinan batu (US $ 22.475), kerajinan bambu (US $ 16.549).
Untuk mengangkat kwalitas hasil dan mendongkrak ekspor kerajinan tersebut, Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) NTB bekerja sama dengan Jetro (Japan External Trade Organization) selama 180 hari mendatang. Menurut Wakil Ketua Kadinda NTB bidang perindustrian dan perdagangan Lalu Rizvi, Jetro akan mewujudkan OVOP (one village one product). ‘’Ini untuk merangsang kreativitas agar masing-masing sentra industri bisa mandiri,’’ ujarnya. Disebutnya jenis kerajinan tenunan, gerabah, anyaman, ukir kayu akan memperoleh bantuan pelatihan.
Hidehero Ogawa selaku Jetro Expert for Export Promotion menjelaskan kepada Tempo akan melihat kemampuan pengrajin agar memiliki peluang untuk diekspor langsung dari NTB, tidak harus melalui Bali atau Jawa. ‘’Setidak-tidaknya untuk memenuhi kebutuhan Jepang,’’ ucapnya.(supriyantho khafid/lomboknews)

