MATARAM – Ratusan kepala keluarga penduduk Desa Pemongkong dan Sereweh di selatannya di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur sudah mengalami kesulitan air selama sebulan terakhir ini. Tidak ada sungai dan aliran pipa PDAM, mereka sudah mengharap bantuan pemerintah daerah untuk menyediakan air bersih untuk keperluan minum dan masak. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sudah mulai terlebih dahulu menyuplai menggunakan tiga unit mobil tangki kapasitas 5.000 liter tetapi kewalahan karena harus membagi ke sembilan dusun yang ada di desa tersebut.
Untuk mengatasi kesulitan rutin setiap musim kemarau tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sudah menyatakan memerlukan bantuan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ({Pemprov NTB). Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil NTB sudah mengirimkan bantuan tambahan tiga unit mobil tangki, namun karena menjaga keselamatan stafnya dari serbuan penduduk, sementara dihentikan terlebih dahulu. ‘’Terpaksa ditarik lagi agar penduduk tertib dulu menerima bantuan air tersenut,’’ kata Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil NTB Bachrudin, di kantor Gubernur NTB, Senin (22/6-2009) siang.
Untuk sementara memenuhi kebutuhan air bersih tersebut diutamakan keperluan minum dan masak yang seharinya diperhitungkan masing-masing dusun menerima satu unit tangki isi 5.000 liter yang ditampung dalam tandon milik dusun. Jadinya, setiap mobil yang tersedia dari tiga unit milik Pemprov NTB harus menyuplai tiga kali pergi pulang dari sumber air PDAM. Selama ini, penduduk di sembilan dusun tersebut memperoleh air bersih dari tampungan air hujan.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur Sirman yang dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan bahwa air yang tersedia di sumur penduduk terasa payau. Sedangkan pipa air yang menyalurkan air bersih dari Selong sudah tidak menjangkau daerah tersebut sehingga bak penampungan tidak ada isinya. ‘’Untuk air bersih ya beli,’’ ucapnya. Setiap jerican 20 liter harganya Rp2 ribu.(supriyantho khafid/lomboknews)

