Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 17 June 2009 • SOSIAL

MATARAM – Perilaku seksual siswa SMP Negeri di kota Mataram perlu diwaspadai. Ini merupakan hasil penelitian perilaku seksual siswa yang meneliti : masturbasi, berpacaran, berciuman mulut, dan berhubungan seksual. Hasilnya, meskipun masturbasi dan ciuman mulut sudah dilakukan tetapi belum ada siswa yang mengaku telah melakukan hubungan seksual.

Penelitian ini dilakukan oleh dua orang pengajar Ani Mariani – guru Bimbingan Konseling SMPN 7 Mataram dan dosen Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram – bersama Imam Bachtiar – dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram selama tiga bulan Maret - Mei 2009 lalu pada tiga unit SMP di Mataram,

Hasil-hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perilaku seksual siswa SMP pada umumnya masih dalam batasan yang ‘wajar’. Belum ada siswa SMP contoh yang melakukan hubungan seksual. Karena siswa tidak mencantumkan namanya di dalam kuesioner, maka data tersebut dianggap mempunyai kejujuran yang tinggi. ‘’Temuan ini dapat dianggap sebagai sesuatu yang menggembirakan bagi warga Kota Mataram yang religius,’’ kata Imam, Selasa (16/6-2009).

Dari setiap sekolah diambil contoh (sampel) tiga kelas paralel dari semua tingkatan kelas, sehingga contoh penelitian meliputi 27 kelas dan 1070 siswa. Dari 27 kelas yang menjadi contoh, rata-rata SD 14,25 persen atau 12,93 siswa mengaku telah melakukan masturbasi. Hampir semua pelaku masturbasi adalah siswa laki-laki.

Data masturbasi pada siswa perempuan hanya diambil pada sebuah sekolah karena kesalahan teknis dalam pengambilan data. Dari sebuah sekolah dengan contoh 161 siswa perempuan, hanya tiga siswa atau 1,86 persen yang mengaku pernah melakukannya. Masturbasi paling awal dilakukan siswa ketika masih di Kelas 5 Sekolah Dasar. Proporsi siswa masturbasi pada Kelas 7 sebesar empat persen jauh lebih rendah daripada proporsi pada Kelas 8 sebesar 18 persen dan Kelas 9 sebesar 20 persen. ‘’Proporsi siswa masturbasi antara kedua kelas terakhir tidak berbeda,’’ ujarnya Ani.

Rata-rata proporsi siswa yang telah berpacaran sekitar 45,04 persen atau 16,35 orang. Usia pertama kali siswa berpacaran adalah dari Kelas 5 Sekolah Dasar, baik pada siswa laki-laki maupun siswa perempuan. Di antara siswa yang sudah pernah berpacaran, 10 siswa telah lima kali berganti pacar, yang terdiri dari dua siswa laki-laki dan delapan siswa perempuan. Proporsi siswa yang berpacaran pada Kelas 7 juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kelas 8 dan Kelas 9. Antara Kelas 8 dan Kelas 9, proporsi siswa yang berpacaran tidak berbeda secara signifikan. Proporsi siswa perempuan yang berpacaran 49,85 persen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki 40,63 persen.

Di dalam kelas yang menjadi sampel penelitian, rata-rata 13,48 persen atau 12,07 siswa telah melakukan ciuman mulut. Pada umumnya ciuman mulut dilakukan ketika mereka di bangku SMP (Kelas 7, 8 dan 9), walaupun ada seorang siswa laki-laki yang mengaku pertama kali melakukan ciuman mulut ketika di Kelas 5 Sekolah Dasar. Semakin tinggi tingkatan kelas semakin banyak proporsi siswa yang telah melakukan ciuman mulut. Proporsi siswa yang telah melakukan ciuman mulut juga pada Kelas 7 sebesar dua persen, Kelas 8 sebanyak 15 persen dan Kelas 9 sebanyak 23 persen. Tidak ada perbedaan proporsi siswa yang pernah berciuman mulut antar jenis kelamin. Proporsi siswa perempuan yang pernah berciuman mulut sekitar 13,70 persen, sedangkan proporsi pada siswa laki-laki sekitar 13,04 persn.

Hubungan sebab akibat (regresi) juga tidak ditemukan antara proporsi siswa yang terdedah pornografi dengan proporsi siswa yang melakukan masturbasi, berpacaran, atau berciuman.

Hasil penelitian ini diharapkan membuat pengambil kebijakan di bidang pendidikan dan pembinaan moral lebih waspada dan berupaya melakukan langkah-langkah antisipatif dan korektif. Pemantauan terhadap perilaku seksual remaja sudah seharusnya dilakukan secara regular, untuk dapat mendeteksi sedini mungkin perubahan-perubahan yang terjadi dengan tingginya kecepatan kemajuan teknologi dan globalisasi. ‘’Tanpa upaya yang terencana baik, perubahan perilaku seksual remaja mengikuti arus globalisasi tinggal menunggu hari,’’ kata Imam.(supriyantho khafid/lomboknews)

1 Comment »
  • contoh kuesionernya ga ada ya mbak

    Comment by anne — June 5, 2010 @ 4:42 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com