MATARAM – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Mataram menolak untuk mengumumkan hasil ujian nasional (UN). Seharusnya, pengumuman akan dilakukan Selasa (16/6) pagi ini, sengaja dijadwal mundur sehari dari semestinya Senin (15/6) kemarin. Penolakan dilakukan karena hasil UN siswa di Kota Mataram dinilai meragukan dan tidak obyektif. Sekolah di Mataram yang relatif lebih baik fasilitasnya berada di urutan ketujuh dari 10 kabupaten dan kota se Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengumuman akan dilakukan setelah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharga (Dikpora) NTB memberikan jawaban klarifikasi tertulis.
Sehari sebelumnya, Senin (15/6-2009) kemarin, 15 orang kepala sekolah dipimpin kordinator K3S Kota Mataram Kutjip Anwar yang juga kepala sekolah SMA Negeri 1 Mataram telah mendatangi Dikpora NTB menyerahkan surat penolakan hasil UN dengan Nomor:032/K3S/VI/2009 dan diterima oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dikpora NTB Lalu Hirjan dan Kepala Seksi Kurikulum Dikmen SMK Dikpora NTB Sukran. ‘’Kami minta adanya klarifikasi. Apa benar sekolah yang jauh di pedesaan bisa meraih 31 teratas,’’ katanya.
Ketua Panitia Penyelenggara Ujian Nasional di NTB Muhammad Najib yang dkonfirmasi Tempo, Selasa (16/6) pagi, menyatakan belum membalas surat K3S Kota Mataram tersebut. Tetapi ketika disinggung masalah prestasi UN siswa di luar kota Mataram yang lebih baik, ia mengatakan bisa-bisa saja. ‘’Semua berupaya hasil UN yang terbaik. Orang kan berlomba-lomba lebih bagus,’’ ujarnya.
Kelulusan UN 2009 para siswa SMA dan Madrasah Aliyah di kota Mataram 76,96 persen atau 3.144 orang siswa dari 4.046 siswa peserta Siswa SMA dan MA yang lulus UN. Sedangkan dari 1.785 orang siswa SMK peserta UN yang lulus sebanyak 1.164 atau 65,21. Kelulusan siswa SMK di Kota Mataram merosot dari tahun 2008 yang mencapai 90,71 persen.(supriyantho khafid/lomboknews)

