MATARAM – Universitas Mataram (Unram) kini dikenal sebagai kampus asal budi daya gaharu – bahan obat-obatan dan kosmetik. Berkat kerja sama dengan Departemen Kehutanan sejak 1998 yang menyediakan lahan hutan produksi seluas 225 hektar di Desa Senaru yang statusnya sebagai hutan pendidikan, gaharu menjadi prioritas penelitian yang dilakukan oleh Gaharu Center Fakultas Pertanian Unram.
Yang sudah ditanami 125 hektar atau sebanyak 32.000 pohon Ketimunan - atau lebih dikenal sebagai pohon gaharu - oleh 160 kepala keluarga warga Desa Senaru dan Desa Sukadana. Masing-masing yang mendapatkan hak penggarapan menanam 200 pohon pada lahan seluas 40-80 are yang diselanya ditanami tanaman lain cokal, kopi, vanili, pisang dan talas untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Biaya tanam gaharu sampai berhasil kelak diperhitungkan mencapai Rp1,25 juta per pohon. Tingkat keberhasilan tanaman ini 70-80 persen.
Sekretaris Gaharu Center M Siddik mengatakan permintaan kerja sama datang dari banyak daerah untuk ikut mengembangkanya. Antara lain Pemerintah Daerah Sorong, Maluku. Bahkan menurut Rektor Unram Mansur Ma’shum permintaan kerja sama juga dari negeri jiran Malaysia. ‘’Untuk mengembangkannya, dibiayai Proyek Pengembangan Hutan Senaru Departemen Kehutanan,’’ kata Siddik, Jum’at (12/6) pagi. Ia menjelaskannya bersama anggota pengembangan dan pengkajian teknologi budi daya Lalu Irasakti dan Koordinator Pengembangan dan Pengkajian Teknologi Gubal Mulat Isnaini. Gaharu Center ini sudah dibiayai Departemen Kehutanan sejak tahun 2007 sebesar Rp 250 juta, tahun 2008 sebesar Rp175 juta dan tahun 2009 ini sebanyak Rp 90 juta.
Tanaman gaharu ini paling cepat dapat disuntik setelah usia tanam 6-8 tahun. Gubalnya didapat setelah dua tahun disuntik mikro organisme. Mulat Isnaini yang menangani penyuntikan mengatakan telah 600 pohon yang disuntik selama dua tahun terakhir ini namun belum dilihat hasilnya. ‘’Kemungkinan pada tahun 2010 nanti sudah bisa menghasilkan gubal yang berkwalitas menengah,’’ ucapnya. Hitungannya per pohon sebanyak 1-2 kilogram gubal gaharu dan harganya Rp 5 juta perkilonya. Jika didapat kelas super harganya Rp 10 juta per kilonya.(supriyantho khafid/lomboknews)

