Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 12 June 2009 • PARIWISATA

MATARAM – Wisatawan tidak lagi melakukan reservasi kamar hotel jauh sebelum waktu liburnya. Kalau sebelumnya mereka sudah mereservasi perjalanannya dua bulan sebelumnya, kini melakukannya pada saat menjelang kepergiannya. Ini diduga karena adanya berbagai isu yang dikawatirkan bisa membatalkan perjalanannya.

Sales Manager Hotel Sheraton Senggigi di Lombok Agustin Sasongkowati mengemukakan kecenderungan baru tersebut, Jum’at (12/6-2009) selepas tengah hari. ‘’Sifat orang booking kamar sekarang last minute. Cenderung mendadak,’’ katanya. Sheraton Senggigi yang berbintang lima tersebut memiliki tamu asal Eropah ditambah wisatawan Jepang, Korea dan mulai datang orang Iran Timur Tengah.

Disebutnya, hunian 161 unit kamarnya masih biasa-biasa saja yaitu hari ini 41 persen walau kurang dari targetnya 58 persen. Kamis (11/6) kemarin hunian kamarnya 50 persen. ‘’Lombok aman-aman saja. Tidak berarti dipengaruhi isu flu babi. Tidak signifikan cancel traveling karenanya,’’ ujarnya.

Puri Bunga Cottages milik Ketua Lombok Hotel Association – kelompok hotel berbintang – Marcel Navest, hari ini kamarnya 37 unit penuh terisi. ‘’Setahu saya tidak ada masalah flu babi dengan kedatangan tamu,’’ ujar Ani Marcel mewakili suaminya yang sedang melakukan promosi ke Tokyo bersama eksekutif hotel lainnya.

Demikian pula Vila Ombak – hotel berbintang empat di pulau wisata Gili Trawangan yang menjadi primadona kunjungan orang Eropah ke Lombok, belum ada satupun calon tamunya yang membatalkan kedatangannya karena flu babi. ‘’Yang ada malah sebaliknya, tamunya tidak jadi ke Mexico mengalihkan ke sini,’’ ucap Front Office Manager Vila Ombak Made Mada. Di luar musim libur, saat ini hunian kamarnya mencapai 60 persen dari sejumlah 110 unit kamar. Bulan Mei lalu huniannya mencapai 57 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Nusa Tenggara Barat Lanang Patra mengatakan kemungkinan bisa saja isu flu babi atau SARS mengakibatkan pembatalan wisatawan. Dulu sekitar 20-30 persen mengalami pembatalan. Sekarang ini pasti ada pengaruhnya. Takut bepergian. ‘’Tapi mudah-mudahan tidak karena belum ada kasusnya di sini,’’ katanya.

Kekawatiran terhadap isu penyakit tersebut, menurut Lanang Patra, adalah takut tertular sewaktu dalam penerbangan. Karenanya, mereka tidak berani melakukan reservasi terleblih dahulu sebab kalau pembatalan berakibat kepada uang yang sudah dibayarkan untuk perjalanannya. ‘’Ya mereka tidak berani booking perjalanannya lebih awal,’’ ujarnya.

Tetapi, tidak demikian dengan maskapai penerbangan Silk Air yang biasa membawa 80 persen penumpang dari Eropah via Singapura ke Lombok. Anak perusahaan Singapore Airlines tersebut malah akan meningkatkan frekuensi penerbangannya yang semula tiga kali menjadi empat kali, mulai 7 Juli mendatang. Manajer Silk Air Lombok Soepit Arif Barata menyebutkan terjadi lonjakan penumpang sekitar 7-10 persen. Semula muatan penumpang Silk Air mncapai 72 persen dari kapasitas 118 seat. ‘’Tingkat isian muatan penumpang memang meningkat,’’ katanya.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com