MATARAM - Sejak Kamis (21/5-2009) pagi tadi, gabungan anggota kesatuan TNI AU, TNI AD, TNI AL dan Polri bersama keluarga Serda Wara Baiq Sri Raudatul Adawiah, 20 tahun, korban tewas jatuhnya pesawat Hercules di Magetan siap menunggu kedatangan jenazahnya di Bandar Udara Selaparang Mataram. Tapi hingga pukul 11 Waktu Indonesia Tengah baru ada informasi akan diberangkatkan pesawat pengangkut jenazahnya dari Pangkalan Udara Iswayudi Madiun.
Kedatangan jenazah akan disambut dengan upacara militer dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Rembiga Letkol PNB I Made Susila Adnyana. Wakil keluarga yang akan menerima penyerahan jenazah Lalu Hadi, adik dari Lalu Mathur - bapaknya Sri Raudatul Adawiah.
Rencananya akan dimakamkan di pekuburan keluarga di Batu Son Praya, nanti sore selepas salat Asyar. . ”Untuk pemakaman diserahkan keputusan keluarga apakah secara militer atau tidak,” kata Susila Adnyana ditemui Base Operation Lanud Rembiga.
Serda Baiq Sri Raudatul Adawiah adalah bintara Angkatan 2008 yang baru menyelesaikan pendidikan kecabangan militer Sekolah Kejuruan Bintara Intel. Karena itu, penempatannya sebagai anggota Seksi Intel Komando Operasional AU II di Makassar. Perjalanannya dari Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta menggunakan Hercules tersebut adalah untuk penempatannya yang pertama.(supriyantho khafid/lomboknews)

