Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 2 May 2009 • EKONOMI

MATARAM – Selama bulan April lalu, gabungan kota Mataram dan Bima mengalami deflasi sebesar 0,81 persen. Deflasi yang terjadi disebabkan penurunan indeks kelompok bahan makanan, sandang, pendidikan rekreasi dan olahraga. Pada bulan yang sama se Indonesia ada 50 kota yang mengalami deflasi, terbesar di Manado sebesar 1,32 persen dan terendah di Surakarta 0,02 persen. Sebaliknya, ada 16 kota di Indonesia yang mengalami inflasi, tertinggi di Palopo 0,99 persen dan terendah di Manokwari 0,07 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat Mariadi Mardian, deflasi yang terjadi di kota Mataram saja 0,92 persen dan selama empat bulan terakhir Januari-April 2009 ini rata-rata inflasinya 0,85 persen. Sedangkan di kota Bima, deflasinya 0,38 persen dan rata-rata inflasinya 2,03 persen. ‘’Penyebab utama deflasi di kota Mataram adalah turunnya harga cabe rawit dan di Bima karena harga beras,’’ kata Mariadi Mardian, Sabtu (2/5) pagi. Sumbangan deflasi cabe rawit 0,4904 persen dan beras 0,2618 persen.

Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar juga alami deflasi 0,61 persen. Sedangkan Kupang mengalami inflasi 0,25 persen dan inflasi di Maumere 0,70 persen.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com