MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) sudah memberlakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas (randis) untuk kepentingan pribadi. Di luar jam dinas randis dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi ke pasar atau ke mall. Bukan hanya menertibkan penggunaan randisnya saja, pegawai negeri sipil yang pada jam kerja ditemukan di luar kantor berbelanja di pasar atau di tempat lain pun mendapatkan tindakan penertiban.
MATARAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram sudah menyiapkan ruang perawatan isolasi khusus untuk menangani calon pasien penderita flu babi. Selain itu semua pelabuhan dan bandara masuk di Lombok dan Sumbawa juga melakukan kewaaspadaan terhadap kemungkinan adanya penderita. Utamanya bandar udara Selaparang di Mataram yang dihubungkan maskapai Silk Air dari Singapura.
MATARAM – Penderita penyakit malaria di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat selama dua tahun terakhir ini. Kalau Tahun 2007 lalu terdapat 90.842 orang atau 21,3 per seribu penduduk maka setahun terakhir 2008 jumlahnya 103.154 orang atau 23,7 per seribu penduduk. Terbanyak di daratan pulau Sumbawa akibat meluasnya sarang nyamuk Anopheles yang berada di lingkungan tambak yang terbengkalau dan pembabatan hutan.
MATARAM – Penderita diare di Kabupaten Lombok Timur sudah meluas ke delapan wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Jumlah penderitanya telah menjadi 858 orang dan yang masih menjalani perawatan 171 orang. Warga yang meninggal akibat diare tersebut sebanyak tiga orang. Meskipun sudah mulai menurun tetapi setiap harinya ada dua kasus baru.
MATARAM – Hingga Senin (27/4-2009) sore ini rapat pleno penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (KPUD NTB) belum selesai. Sejak dimulai penghitungannya Sabtu (25/4) pagi, baru tujuh daerah kota dan kabupaten yang telah diselesaikan. Masih tiga kabupaten lagi yang harus direkapitulasi. Semestinya, sesuai jadwal KPUD NTB telah menyelesaikan Jum’at (24/4-2009) lalu atau H+15.
MATARAM – Dilantiknya kepengurusan baru Komite Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (KOP NTB) dibawah kepemimpinan MNS Kasdiono oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rita Subowo, Ahad (26/4-2009) malam, menjadi awal kebangkitan prestasi NTB. Kasdiono mengatakan tekadnya untuk bangkit dari ketertinggalan dan keterpurukan.
MATARAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) keolahragaan untuk membangkitkan prestasi atlit nasional. Dijadwalkan untuk belajar dari negara maju di Asia maupun lainnya, KONI juga akan mendirikan sport science di sentra olahraga termasuk daerah provinsi.