Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 25 April 2009 • LINGKUNGAN

MATARAM – Di Nusa Tenggara Barat, penangkapan ikan menggunakan bom, racun dan potas merusak organisme karang. Juga dilakukannya penjarahan karang untuk kepentingan pembuatan bahan bakar kapur oleh masyarakat. Akibatnya 70 persen luasan terumbu karang mengalami rusak berat dan tersisa 30 persen yang baik dari luasan semula 14.845 hektar.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat Sunardi Harjo menyebutkan nelayan tidak pernah merasa bersalah melakukan pengeboman ikan, menggunakan racun dan potas. ‘’Mereka tidak ada yang memahaminya,’’ katanya sewaktu menggelar keterangan pers mingguan di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/4-2009) siang.

Menurutnya, belakangan ini perusakan terumbu karang agak terhambat oleh berkembangnya usaha budi daya mutiara, rumput laut dan wisata bahari diantaranya surfing karena mereka dilibatkan sehingga berdampak perbaikan terhadap lingkungan di sekitarnya. Contohnya di perairan Gerupuk Lombok Tengah telah muncul area penangkapan bibit lobster yang dipergunakan untuk menyuplai kebutuhan tambak di pulau Sumbawa.

Lingkungan perairan Selat Alas juga dinyatakan telah rusak sehingga kehilangan potensi ikan cumi akibat eksploitasi yang berlebihan sebelumnya. Untuk pemulihannya, sedang diupayakan menyediakan rumah cumi sehingga memungkinkan bertelur. Akibat kerusakan lingkungan ikan cumi tersebut, nelayan asal Kabupaten Lombok Timur terpaksa melaut hingga perairan Salura Flores.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com