MATARAM - Puluhan warga desa Meninting Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat menyegel kantor desa, Senin (13/4) siang tadi. Penyegelan tersebut mereka lakukan karena keberatan terhadap Kepala Desa Meninting Muhammad Zulkarnain yang akan kembali ngantor setelah gagal sebagai calon legislatif nomor urut satu Partai Golkar untuk DPRD Lombok Barat.
Kordinator Aksi Supriadi mengatakan tuntutan warga menurunkan Zulkarnain sebagai kepala desa karena menggunakan dana masyarakat untuk kepentingannya sendiri sebagai calon legislator. Warga menduga Zulkarnain telah menggunakan fasilitas masyarakat untuk kepentingan pribadinya. ‘’Kepemimpinan Zulkarnain tidak mengakomodir suara rakyat,’’ katanya.
Mereka menilai, kepemimpinan Zulkarnain terkesan berat sebelah dan selalu mementingkan kelompoknya bahkan banyak program desa yang diduga disalah gunakan seperti menyewa wisma dan kios desa dengan nilai Rp116 juta.
Zulkarnain diduga menyelewengkan dana program sertifikasi tanah dan prona dengan cara menjualnya kepada pihak lain senilai Rp1,5 juta. Selama menjadi caleg dia juga menggunakan fasilitas kantor seperti motor Honda Thunder dinas desa yang nomor platnya di ubah menjadi plat hitam.
Selain menyegel kantor desa Meninting, mereka juga meminta seluruh staf kantor meninggalkan meja kerjanya. Aksi demo tersebut berangsur bubar setelah aparat Kepolisian Sektor Batu Layar turun ke lokasi.
Namun, warga mengancam akan menduduki kantor desa jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Mereka memberi batas waktu hingga empat hari kepada Zulkarnain untuk meninggalkan kantor desa dan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kades Meninting.(supriyantho khafid/lomboknews)

