MATARAM – Mulai Selasa (7/4) ini, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) sudah menempatkan sekitar 7.500 orang personilnya menyebar ke sembilan kota dan kabupaten. Mereka juga didukung oleh 470 orang anggota TNI dan 22.000 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Semua ibukota kabupaten diperkuat anggota Brimob dan menjaga tingkatan kewaspadaan. Fokus di Mataram tetapi peralatan taktis dari Polda NTB sudah ditempatkan di Sumbawa Besar untuk mengamankan pulau Sumbawa.
Kami punya prediksi dan siapkan Satgas Tindak Brimob, Satgas Preventif dari unsur Samapta, Satgas Intel dan Satgas Penegak Hukum apabila terjadi sesuatu yang akan menanganinya. ‘’Kalau terjadi tindak pidana tertangkap tangan ditindak langsung,’’ ujarnya seusai rapat Musyawarah Pimpinan Daerah bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah NTB Fauzan Khlaid, Selasa (7/4) siang.
Pemilu yang akan berlangsung Kamis (9/4) lusa akan diikuti oleh 3.135.420 orang dari sekitar 4,5 juta jiwa penduduk NTB yang terdaftar di 9.882 tempat pemungutan suara. Menurut Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi, NTB sudah benar-benar siap menyukseskan penyelenggaraan pemilu legislatif, karena persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan surat suara telah terdistribusi sesuai jadwal tahapan yang ditetapkan. ‘’Sudah ditangani secara baik penyisiran akhir seperti masalah DPT,’’ ujarnya Zainul Majdi.
Untuk kepentingan pemilu, KPUD NTB meminta pertokoan, mal, hotel dan restoran menggunakan genset sendiri pada malam harinya. ‘’Ini demi kelangsungan penghitungan dan pelaporannya dijamin ketersediaan listrik,’’ ujarnya. PLN NTB menjamin tidak ada pemadaman yang biasanya bergilir setiap empat hari dengan menyiapkan 29 unit genset bergerak di kota Mataram, 19 unit di Sumbawa dan 20 unit di Bima dan Dompu.(supriyantho khafid/lomboknews)

