MATARAM – Rencana produksi tambang Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 455 juta pon tembaga dan 485.531 ons emas. Pendapatan dari penjualan konsentrat tembaga dan emas tersebut setelah dilebur dan dimurnikan nilainya US $ 1,149 miliar atau setara Rp12 triliun. Sehingga pada 2009, PT NNT diperkirakan meraih laba sebelum pajak sebesar US $ 491,92 juta atau Rp5,16 triliun. Sedangkan laba bersih setelah pajak diperkirakan sebesar US $ 316,95 juta atau Rp3,32 triliun.
Kamis (2/4) siang tadi, di kantor Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat, General Manager PT NNT Leigh Taylor melakukan ekspose rencana produksi tambangnya tersebut. di depan para pejabat di lingkungan Pemprov NTB, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa di Mataram. Sebelumnya, pukul 07.30 Waktu Indonesia Tengah, terlebih dahulu bertemu Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi di kantornya..
Menurut Leigh Taylor, untuk menghasilkan 455 juta pon tembaga dan 485.531 ons emas tersebut, pengeluaran biaya produksi, biaya pengapalan, royalti, biaya bunga dan lainnya mencapai US $ 657,57 juta atau Rp6,89 triliun.
PT NNT menargetkan kontribusi kepada Pemerintah Indonesia pada 2009 senilai Rp2,65 triliun sebagai pendapatan negara berupa pajak dan non pajak, termasuk royalti produksi.‘’Kontribusi keuangan merupakan manfaat langsung kepada pemerintah,’’ katanya mengenai keberadaan perusahaannya di Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat.
PTNNT memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan melalui pembayaran pajak dan royalti, gaji karyawan nasional, pembelian barang dan jasa, serta proyek-proyek kemasyarakatan.
Pembayaran pajak dan royalti tahun 2009 direncanakan mencapai Rp2,65 triliun. Pada 2008, PTNNT telah membayar Rp4,12 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, non-pajak dan royalti. Penurunan ini terjadi karena penurunan harga tembaga di pasar dunia.
Untuk gaji karyawan nasional, perusahaan menargetkan dana sekitar Rp920 miliar bagi 8000 lebih karyawan dan kontraktor yang bekerja di proyek Batu Hijau saat ini. “Sebagian besar karyawan adalah karyawan lokal yang direkrut dari kabupaten dan provinsi NTB,” katanya.
Sedangkan pembelian barang dan jasa nasional mencapai Rp4,048 triliun, dan proyek kemasyarakatan sekitar Rp42,86 miliar, sehingga secara keseluruhan PT NNT menghasilkan lebih dari Rp7,66 triliun bagi perekonomian Indonesia pada tahun ini.
Menurut Leigh Taylor, pelbagai program kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan dan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PTNNT telah menerima penghargaan dari pemerintah. Penghargaan PROPER Hijau dari Kementrian Lingkungan Hidup, kemudian Adhitama dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, penghargaan PADMA atas keberhasilan program pengembangan padi pola SRI, dan penghargaan Perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja kami pada 2009 agar PTNNT bisa bisa mewujudkan kepemimpinan di bidang keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial,” kata Leigh Taylor.(supriyantho khafid/lomboknews)

