Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 1 April 2009 • PERTANIAN

MATARAM – Sebagaimana provinsi-provinsi lain di kawasan timur Indonesia pada umumnya yang berbasis pertanian dalam arti yang seluas-luasnya, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menempatkan sektor pertanian sebagai andalan utama pembangunan daerah. ditempatkannya sektor pertanian sebagai salah satu sektor andalan, disamping pariwisata, peternakan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan lain-lain, didasarkan pada kenyataan bahwa NTB memiliki potensi pertanian yang dihandalkan, baik besaran potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia dan sumber daya pendukung lainnya.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi mengemukakan bahwa sejak tahun 1980-an, NTB telah berhasil merubah status dari daerah minus atau rawan pangan menjadi daerah swa sembada beras melalui sistem pertanian Gogoh Rancah dan kini telah menjadi salah satu provinsi super focus kegiatan program peningkatan produksi beras nasional.

Bumi Gora adalah sebutan lain dari Provinsi NTB karena melalui sistem gora itulah daerah ini mampu merubah lahan tandus atau lahan kering manjadi lahan produktif, sehingga tidak saja berhasil memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal, melainkan juga mampu menyuplai kebutuhan daerah-daerah tetangga. ‘’Bahkan beberapa tahun terakhir ini sebagai lumbung beras nasional,’’ katanya, sewaktu berbicara pada pembukaan Workshop Sosialisasi Pemantapan Pelaksanaan Bantuan Langsung Benih Unggul di Vilas Santosa, Selasa (31/3) malam.

Pencapaian produksi padi berdasarkan angka sementara tahun 2008 mencapai 1.750.677 ton gabah kering giling (gkg) atau meningkat 14,70 persen dari produksi tahun 2007 sebesar 1.526.347 ton gkg. Sedangkan produksi jagung mencapai 196.263 ton pipilan kering atau meningkat 62,72 persen dari produksi tahun 2007 sebesar 120.612 ton. Demikian juga halnya dengan produksi kedelai mencapai 95.106 ton atau meningkat 39,0 persen dari produksi tahun 2007 sebanyak 68.419 ton.

Keberhasilan NTB dalam meningkatkan produksi tiga komoditas pangan utama tersebut, tidak semata-mata ditentukan oleh besaran potensi yang tersedia, melainkan juga karena adanya dukungan dari pemerintah pusat, baik melalui program sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL PTT), adanya bantuan langsung benih unggul (BLBU), bantuan langsung pupuk maupun dukungan pupuk bersubsidi dan sarana pertanian lainnya.

Tahun 2009 ini, NTB masih mendapat bantuan untuk para petani, antara lain; melalui kegiatan SL PTT padi seluas 80.000 hektar, SL PTT jagung seluas 1.650 hektar dan SL PTT kedelai seluas 10.000 hektar. disamping itu, juga ada BLBU padi hibrida sebanyak 3.000 ton, jagung 12.000 ton dan kedelai 8.000 ton.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah juga menggulirkan program pupuk bersubsidi, dimana pada tahun 2009 ini NTB mendapat alokasi lebih besar dari tahun sebelumnya, yaitu urea sebanyak 150.000 ton, superpos 20.000 ton, ZA 8.100 ton, NPK 30.000 ton dan pupuk organik 11.000 ton.

Realisasi luas tanam padi musim tanam 2008/2009 sampai dengan Pebruari 2009 sudah mencapai 282.400 hektar atau 99,54 persen dari sasaran seluas 283.708 hektar. sedangkan realisasi tanam jagung mencapai 61.094 hektar atau 119,67 persen dari sasaran seluas 51.051 hektar dan realisasi tanam kedelai seluas 29.560 hektar atau 83,65 persen dari rencana seluas 33.873 hektar.

Sedangkan luas panen tahun 2009 untuk padi baru 26.128 hektar, jagung 9.529 hektar dan kedelai 9.767 hektar. puncak panen berlangsung pada bulan Maret dan April mendatang.

Petumbuhan pertanaman pada musim tanam 2008/2009 cukup merata dan baik, meskipun sebelumnya sempaat terjadi kelangkaam pupuk sebagai akibat dari distribusi yang kurang lancar. Namun berkat koordinasi yang baik dengan PT. Pupuk Kaltim, hal tersebut sudah dapat diatasi dengan baik, dengan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2008 untuk urea mencapai 144.453,75 ton atau 113,74 persen dari alokasi awal sebanyak 127.000 ton.

Serangan organisme pengganggu tanaman tahun ini cukup terkendali dan dampak fenomena iklim juga relatif kecil. Sehubungan dengan itu mudah-mudahan target produksi yang telah disepakati untuk padi sebesar 1.784.621 ton gkg, jagung 238.043 ton dan kedelai 134.968 ton dapat dicapai untuk padi dan jagung tetap optimis, tetapi untuk kedelai masih pesimis karena di lapangan terjadi persaingan antar komoditi, dimana pendapatan petani kedelai masih lebih rendah dari petani yang menanam komoditi lainnya.(supriyantho khafid/lomboknews)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com