MATARAM – Selama empat hari hingga Senin (23/3) siang nanti, obyek wisata dan atraksi budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) difilemkan oleh Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa (BPPLS) untuk kepentingan advertorial televisi dalam dan luar negeri. Dibiayai Rp1,56 miliar oleh anggaran yang berasal dari Pemerintah Provinsi NTB, filem yang berdurasi 30 detik tersebut dibintangi oleh dua orang ex patriat Kevin Rayen dan Chelsea sebagai pemeran pasangan wisatawan yang melakukan perjalanan bulan madu.
Ketua Harian BPPLS atau yang lebih dikenal disebut Lombok Sumbawa Promotion Board Misbach Mulyadi mengkau memerlukan filem promosi ini untuk lebih meluaskan informasi keberadaan obyek wisata di Lombok dan Sumbawa. ‘’Agar semakin banyak orang tahu dan datang ke sini,’’ kata Misbach..
Untuk keperluan advertorial di televisi nasional dan internasional tersebut, BPPLS memperoleh dukungan pembiayaannya dari Departemen Kebudyaan dan Pariwisata. ‘’Jadi, kami hanya menyiapkan filemnya saja,’’ ujar Misbach. BPPLS juga menyiapkan event TIME (Tourism of Indonesia Mart and Exhibition) 16 Oktober mendatang yang akan diluncurkan kesiapannya April-Mei mendatang. Pemerintah Provinsi NTB mendanai TIME sebesar Rp5 miliar untuk mendatangkan 300 agen perjalanan luar negeri
Filem promosi pariwisata Lombok dan Sumbawa ini digarap oleh Imagine Pictures Jakarta yang mewakili beberapa aktivitas adventure hicking, surfing dan diving selain aktivitas budaya, kerajinan dan kuliner. Mereka mengambil lokasi di berbagai lokasi mulai dari pantai Tanjung Aan, Gerupuk dan Seger di selatan Lombok Tengah, puncak Rinjani dan air terjun Senaru di kaki gunung, pulau wisata Gili Trawangan yang pengambilan gambarnya menggunakan helikopter. ‘’Kami juga akan menghasilkan video profil Lombok Sumbawa yang durasinya dua puluh menit,’’ ujar Producer Ad Interim Imagine Pictures Agus Suhendar.
Ia menyebut pembuatan filem iklan pariwisata NTB ini adalah pertama yang dilakukannya untuk daerah di Indonesia. Sebab, selama ini tayangan promosi pariwisata daerah hanya berupa video camera.(supriyantho khafid/lomboknews)

