MATARAM – ‘’Indonesia bukan Republik Mimpi. Indonesia bukan Banana Republic. Ada pemilih hantu di semua daerah kabupaten,’’ kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada wartawan di ruang VIP Bandara Selaparang Mataram, menjelang keberangkatannya kembali ke Jakarta setelah melakukan kampanye di lapangan umum Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Senin (23/3) siang.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo didampingi oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi menanggapi adanya data 25 persen calon pemilih siluman atau 30 juta calon pemilih fiktif yang berada di Jawa Timur dan hampir seluruh kabupaten se Indonesia. ‘’Karena ini zaman modern, seharusnya dua bulan sebelum pemilu sudah disebarkan daftar pemilih tetap,’’ ujarnya. Nasib masa depan bangsa hendaknya tidak ditentukan oleh hantu siluman suara yang memberikan tabungan suara untuk memenangkan pemilu.
Menurutnya, mestinya Komisi Pemilihan Umum sudah bisa mengumumkan DPTnya dan juga memberikan softfile dan hardfile kepada seluruh partai politik. Ia meminta DPT yang sudah selesai dikerjakan segera disebar luaskan karena waktunya tinggal 17 hari lagi.
Prabowo pun menegaskan adanya lempar tanggung jawab dari kasus DPT yang tidak bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya. Padahal, ujarnya, semua ini ikut menentukan nasib partainya. Diingatkan agar tidak menganggap enteng beratnya membangun partai mulai dari ranting hingga kecamatan. Untuk kecurangan wasit yang memimpin bola saja menimbulkan keributan. ‘’Pemilu ini taruhannya sangat besar untuk bangsa. Kalau proses pemilu tidak fair, bisa terjadi gontok-gontokan,’’ katanya.(supriyantho khafid/lomboknews)

