Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 18 March 2009 • AGAMA

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat KH Muhammad Zainul Madjdi menduga warga Ahmadiyah di Asrama Transito tersandera oleh organisasinya. Selama ini, semua wakil pemerintah tidak pernah bisa berhubungan langsung dengan mereka yang sudah tiga tahun di pengungsian karena harus melalui perwakilan organisasinya.

‘’Saya menduga mereka tersandera menjadi komoditas. Ini juga diakui oleh pak Ahmad Baso dari Komnas HAM,’’ kata Zainul Madjdi menjawab konfirmasi wartawan, Rabu (18/3) siang. Menurutnya, sewaktu Komnas HAM bertemu Ahmadiyah di Jakarta juga selalu memperoleh jawaban terbentur kepemimpinan Ahmadiyah di kantor pusatnya di London.

Karenanya, Zainul Madjdi mempertanyakan wawasan kebangsaan warga Ahmadiyah. Dan menduga dijadikannya komoditas supaya memperoleh kucuran uang. Menurutnya, ia sudah meminta para pemuka agama sepuh seperti pemimpin Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat Tuan Guru Haji Safwan Hakim dan pemimpin Pondok Pesantren Al Aziziyah Kapek Gunung Sari Lombok Barat Mustapa Umar menemui mereka. Para pemuka agama tersebut dinilai representatif untuk berbicara dari hati ke hati dengan para warga.

Ia mengakui adanya larangan untuk pulang ke rumah mereka terakhir di Dusun Gegerung Desa Ketapang Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat setelah dikawatirkan masyarakat menentang. Warga Ahmadiyah selama ini dinilai eksklusif baik dalam menjalankan ibadahnya membangun masjid sendiri dan memiliki kubur sendiri.

Pengurus Pusat Ahmadiyah Syaiful Uyun yang bertindak sebagai mubaligh yang membina kerohanian mereka di Mataram yang dituduh menghalangi bertemu langsung sewaktu dikonfirmasi, menyatakan tidak benar. ‘’Silahkan saja kalau bertemu warga secara langsung,’’ ucapnya kepada LombokNews. Ia menolak dijadikannya komoditas materi. Masalah hubungan dengan lembaga Ahmadiyah baik di Jakarta maupun di London karena memang hubungan organisasi nasional dan internasional.

Warga Ahamdiyah di pengungsian Basir yang berasal dari Tasikmalaya dikatakan ingin pulang kampung setelah tiga tahun di pengungsian. Waktunya, Sabtu (14/3) lalu sewaktu adanya peringatan Maulid Nabi. ‘’Tapi kepala desa dan kepala polsek melarang,’’ ujarnya, jga kepada LombokNews.

Apabila kelak Pemerintah Kabupaten Lombok Barat jadi membayar aset rumah dan kebun mereka di Dusun Gegerung Desa Ketapang Kecamatan Lingsar, kata Basir, warga ingin membangun rumah baru di kota yang penduduknya dinilai toleran. ‘’Yang pasti tidak ngumpul. Ya beli rumah BTN,’’ katanya.(supriyantho khafid/lomboknews)

7 Comments »
  • Relokalisasi maupun rencana pembelian aset milik Ahmdiyah oleh Pemda Lobar bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi konflik Ahmadiyah di daerah ini. Saya menilai ada kesalahan sejak awal dari para ulama terdahulu yang membiarkan aliran tsb beredar dan merajalela begitu saja tanpa adanya komunikasi dakwah sejak tempo dulu. Sekarang setelah isu HAM bergeming masyarakat menjadi geger tidak tahu menahu bagaimana cara untuk mencegah meluasnya aliran tsb.Salah satu cara untuk mencegahnya adalah masyarakat harus sepakat bahwa aliran ini adalah tidak ada hubungannya dengan agama islam yg hakiki. Jika mereka bersikap teguh dengan pendiriannya sebagai seorang muslim maka mari kita ajak mereka untuk mengaji bersama membuka buku2 kitab untuk mencari kebenaran. Jika tetap menolak maka perlu dipertanyakan dan diragukan keberadaannya. Para kiyai maupun tuan guru di daerah ini wajib mengadakan pertemuan utk mengambil suatu keputusan sebelum semua terlambat.
    Wassalam,
    Zunnunil Masri -Dubai

    Comment by zunnunil masri — March 18, 2009 @ 11:21 pm

  • Kesabaran harus diberlakukan kepada siapa saja,karena Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang sabar. Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan: Menanam benih padi akan tumbuh padi..iya kan. Sopan santun adalah budaya kita. Kalau beda pendapat, jangan ada yang menyuruh membakar rumahnya. Ajaklah bersilaturahmi. Sungguh akan lebih bermartabat sebagai umat Muhammad SAW, yang cinta damai. Semoga

    Comment by dmrhtirto — March 19, 2009 @ 3:59 pm

  • Islam agama yang santun, jangan mudah mengkafirkan atau menyesatkan golongan lain. Gol A menyesatkan golongan B, Golongan B menyesatkan Golongan C, Golongan C menyesatkan golongan A. Lalu diamana golongan yang tidak sesat ? Toleransi adalah kunci bermasyarakat dan bernegara. Keyakinan adalah tanggung jawab manusia kepada Tuhannya.

    Comment by SHahid AHmad — March 19, 2009 @ 9:33 pm

  • memang benar islam adalah agama yang santun,toleran tapi islam juga tidak mau dicabik cabik oleh ahmadiah,bagi saudara-saudaraku yang berpihak kepada ahmadiah mungkin anda belum tau ttg ahmadiah silahkan anda baca kitabnya mereka (tazkiroh)malah mereka yg mengkapirkan orang yang tidak percaya terhadap ajaran ahmadiah.penyelesain masalah ahmadiah tidak akan selesai jika hanya dengan dialog karena penganut ajaran ini kepala batu.jadi satu satu cara adalah bubar basmi dan …..

    Comment by jantukjantan — March 30, 2009 @ 7:03 pm

  • udah sem…. aja pemimpinnya …bila perlu di kub…. idup 2 kwakwakwa…dasar ahmadiyah ….!!!!!!!!!

    Comment by abu ziyad — April 18, 2009 @ 7:49 pm

  • menpunyai kitab tazkiroh dan mempunyai nabi setelah nabi muhammad saw udah jelas sesat dari agama yg di ridhoi allah ini,jalan terbaik adalah jangan bawa2 nama islam dalam ahmadyah bagusnya bangun agama sendiri diluar agama islam, dan berdasarkan skb juga udah jelas disitu aliran ahmadyah harus dibekukkan dari sgala aktifinya baik dalam menyebarkan syariatnya maupun yg menyangkut ajarannya,

    Comment by burhan — April 19, 2009 @ 8:16 am

  • Apapun alasanya Semua orang akan mebela keyakinannya,tapi kita harus tau yang kita bela kalau kita nggak kembali ke(QUR’AN HADITS)Maka semakin jauh kita dari Hidayah.Harapan kami kembalilah Ahmadiyah ke jalan yang benar,sebelum nyawa sapai ke tenggorokan .Saudi

    Comment by jem — April 20, 2009 @ 9:55 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com