MATARAM – Pelaku pariwisata di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk tidak memasarkan paket liburannya secara obral harga karena persaingan. Selain itu, promosi tidak dilakukan dengan membonceng kebesaranan nama Bali. Yang terpenting adalah dilakukannya kordinasi antar daerah dan organisasi ASITA (Association of Indonesians Tours and Travel Agencies (Asosiasi Perusahaan Perjalanan) sebagai mitra untuk melakukan bisnis.
Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Association of Indonesians Tours and Travel Agencies (Asosiasi Perusahaan Perjalanan-ASITA) Jakarta Rudiana dan Wakil Ketua Jongky Adiyasa kepada para pengurus ASITA NTB dalam pertemuan yang dipimpin oleh Awanadhi Aswinabawa, pekan lalu di Resort Mandalika Lombok Tengah bagian selatan.
Rudiana meminta promosi pariwisata Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dilakukan secara mandiri tidak mendompleng Bali. Sebab, kalau mendompleng nama Bali berarti pelaku pariwisata di Lombok tidak memiliki percaya diri (PD). ‘’Di sini pantainya lebih bagus. Lakukan promosi sendiri,’’ ujarnya. Menurutnya, yang terpenting adalah memberikan harga paket murah berlibur ke Lombok – termasuk transportasi penerbangannya, tapi bukan banting-bantingan harga..
Yang penting, kata Direktur PT Wisata Rahma Marzuki Sumartawijaya, Pemerintah Provinsi NTB lebih meningkatkan promosi pariwisatanya. ‘’Kami jarang sekali melihat di televisi. Kenalkan Lombok,’’ ujarnya. Menurutnya, setelah keliling dua hari di sana memuji Lombok sangat bagus untuk dipasarkan di Jakarta karena tidak kalah potensinya dengan Bali.
Awanadhi Aswinabawa mencari upaya untuk memasarkan pariwisata Lombok di Jakarta. Karena itu, perlunya bertemu dengan anggota ASITA DKI Jakarta untuk menyikronkan paketnya agar bisa dijual di Jakarta. Betapa tidak. Setiap tahun orang Jakarta yang melakukan perjalanan wisata mencapai 4,5 juta orang.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Mahdi Muhammad menegaskan pemerintah daerah melakukan pembenahan akses menuju obyek wisataa dan daya tarik. Saat ini Disbudpar NTB memperoleh dana Rp900 juta untuk kegiatan promosi tidak termasuk Rp5 miliar yang diberikan kepada Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa yang akan menyelenggarakan TIME (Tourism Of Indonesian Meeting and Exhibition) yang mengundang gratis 300 agen perjalanan luar negeri ke Lombok, 16 Oktober 2009 mendatang. ‘’Kami akan memasang billboard di Jakarta, Surabaya dan Denpasar,’’ katanya.
Saat ini, NTB sudah memiliki 30 kalender kegiatan kepariwisataan nasional maupun internasional mulai dari Pawai Ogoh-Ogoh menyambut Nyepi umat Hindu di Mataram, Perang Topat, Lebaran Topat, International Dancing, Emaar Lombok Triathlon di Lombok Barat, Bau Nyale di Lombok Tengah, Ineternational Surfing di Lakey Huu Dompu.(supriyantho khafid/lomboknews.com)

