Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 20 February 2009 • INTERNASIONAL

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh beberapa menteri terkait, menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton, di Kantor Presiden pada hari Kamis (19/2) pagi. Selain membahas mengenai upaya-upaya yang akan dilakukan oleh kedua negara sahabat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, dibahas pula mengenai masalah-masalah regional dan internasional.

Indonesia, menganggap bahwa Amerika perlu mengambil langkah untuk menghasilkan konsensus global baru. “Perlunya Amerika mengambil kepemimpinan dalam upaya masyarakat internasional untuk menghasilkan consensus global baru, terutama menjelang COP-15 yang diselenggarakan di Copenhagen bulan Desember tahun ini,” ujar Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal dalam konferensi persnya, usai mendampingi Presiden SBY menerima Hillary.

Selain itu, kepada Menlu AS, Presiden SBY juga menekankan bahwa gencatan senjata di Gaza saat ini relatif stabil dan perlu dibuat agar lebih stabil. “Presiden menerangkan posisi Indonesia, yang mendukung solusi damai. Dimana Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan secara damai dan dalam kondisi damai dan aman,” papar Dino Patti Djalal kepada para wartawan.

Ditekankan oleh Presiden SBY agar pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dapat segera dilaksanakan. “Tujuan untuk mendirikan negara Palestina ini, ditargetkan tahun lalu, 2008, tapi karena berbagai hal, tidak tercapai tahun 2008 dan Presiden SBY tentu kecewa dengan hal ini. Presiden menekankan perlunya diupayakan agar negara Palestina dapat dilegalisasikan sesegera mungkin,” papar Dino Patti Djalal.

Kepada Menlu AS, Presiden SBY menyatakan bahwa Indonesia akan berpartisipasi dalam Pertemuan rekonstruksi Gaza yang akan dilaksanakan di Mesir. “Dalam pertemuan dengan para menteri usai menerima kunjungan kehormatan Hillary Clinton, Presiden SBY menunjuk Menko Kesra Aburizal Bakrie untuk memimpin delegasi Indonesia menghadiri konferensi ini di Mesir pada bulan Maret 2009,” jelasnya.

Presiden SBY berharap agar Amerika memberikan perhatian yang besar terhadap upaya penyelesaian konflik di Palestina. “Hal ini juga merupakan suatu kebijakan Presiden Obama dan Menlu Hillary Clinton,” tambahnya.

Di dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, dibahas juga mengenai ASEAN. Presiden SBY menjelaskan mengenai perkembangan kawasan di ASEAN, terutama berkaitan dengan Piagam ASEAN. “Dimana transformasi kawasan Asia Tenggara dan bagaimana transformasi kawasan Asia Tenggara setelah dicanangkannya ASEAN Charter,” papar Dino Patti Djalal.

Upaya Presiden Barack Obama untuk melakukan outreach kepada dunia Islam, mendapatkan sambutan yang baik dari Presiden SBY. “Presiden menekankan bahwa Indonesia penting sekali untuk terus melakukan upaya-upaya interfaith dialogue dan berbagai macam dialog yang dapat menjembatani berbagai peradaban dan agama. Hal ini disambut baik oleh Menlu AS, Hillary Clinton,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Plt. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, MenkoMenteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo. (mit/presidensby-info)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com