MATARAM – PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) di Padangbai masih harus memberangkatan 30 unit kendaraan yang mengantri hingga empat hari sejak ditutupnya penyeberangan Lembar Lombok – Padangbai Bali, Jum’at (6/2) sore. Kalau cuaca tidak menjadi kendala, seluruhnya bisa diseberangkan ke Lembar secara berurutan setiap 1,5 jam – jadwal pemberangkatannya.
Banyaknya kendaraan yang harus diseberangkan tersebut adalah sisa dari ratusan unit truck besar dan sedang serta kendaraan pribadi yang mengular antriannya hingga lima kilometer di luar Pelabuhan Padangbai. ‘’Apabila tidak ada gangguan angin dan hanya hujan saja, kapal ferinya masih bisa diberangkatkan,’’ kata Kepala ASDP Lembar -Padangbai Kaimuddin Maliling ketika dihubungi di Pelabuhan Padangbai, Rabu (11/2) pagi.
Stasiun Meteorologi Selaparang kini mengingatkan warga kota Mataram dan sekitarnya. Sebab, meskipun curah hujan ringan dan sedang namun karena intensitas tinggi, warga kota Mataram dan sekitarnya diminta untuk mewaspadai terjadinya banjir. Sebab, daerahnya merupakan cekungan dan kemungkinan tersumbatnya saluran air yang berada di daerah rendah. Juga perlu diwaspadainya hujan disertai angin yang ditimbulkan oleh awan Comulos Nimbus (CB). Apabila tidak disertai hujan berpotensi menimbulkan puting beliung.
Hasil pemantauan satelit, di atas Nusa Tenggara Barat terdapat konvergensi – daerah pertemuan angin – mulai dari Jawa hingga Nusa Tenggara. Kecepatan angin 10 knot dan Gusty – peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba – sekitar 15 knot dan tinggi gelombang di perairan NTB mencapai 2,5 meter.
Sejak Rabu (11/2) hari tadi, hujan mengguyur kota Mataram hingga pagi ini. Tetapi Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Selaparang Catur Winarti, mengatakan bahwa curah hujan ringan 10-50 milimeter (mm) per 24 jam dan sedang 50-100 mm. ‘’Hujannya normal tapi waspadai genangan,’’ ujar Catur sewaktu dikonfirmasi, Rabu (11/2) pagi.
Menurutnya selama bulan Pebruari ini memang musim hujan. Sempat tidak ada turun hujan karena adanya gangguan angin menyebabkan awannya terurai. Apabila awan memiliki kekuatan akan berkembang menjadi hujan.(supriyantho khafid/lomboknews)

