MATARAM – Wisatawan mancangara (wisman) yang hendak meninggalkan Lombok setelah berlibur di pulau wisata Gili Trawangan kesulitan transportasi kembali ke Bali untuk penerbangan ke negaranya. Rata-rata setiap harinya 200an orang yang biasanya diangkut menggunakan transportasi publik bus shuttle delapan agen perjalanan melalui kapal feri penyeberangan dari Bali – Lombok pergi pulang terhalang ditutupnya lintasan Lembar Lombok – Padangbai Bali akibat cuaca alun laut di Selat Lombok yang mengkhawatirkan.
Menurut Manajer Operasional Global International Tours and Travel Ismansyah, sudah tiga hari terakhir ini para wisman yang hendak pulang ke negaranya melalui Bandara Ngurah Rai di Denpasar terpaksa harus terbang dulu dari Bandara Selaparang di Mataram menuju melalui Bandara Juanda di Surabaya kemudian terbang lagi ke Ngurah Rai. Sebab penerbangan langsung dari Selaparang menuju Ngurah Rai juga dalam keadaan penuh. ‘’Ini alternatif yang diambil agar ticket tamu saya ke London tidak hangus,’’ ujar Ismansyah kepada LombokNews, Senin (9/2) pagi selesai melepas keberangkatan tamunya di Selaparang.
Kalau ongkos bus shuttle Lombok – Bali atau sebaliknya sekali jalan Rp200 ribu, maka agar bisa tepat waktu tiba di Ngurah Rai karena melalui Surabaya mengeluarkan biaya terbang sampai Rp1 juta.
Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Lembar - Padangbai Kaimuddin Maliling menjelaskan bahwa sudah tiga hari terakhir sejak Jum’at (6/2) sore hingga Senin (9/2) pagi sebelum pukul 4 Waktu Indonesia Tengah, tidak ada pemberangkatan kapal feri karena alun dari barat terlalu besar. Sedangkan dari Padangbai Bali hanya ada pemberangkatan empat kapal yang berani diberangkatkan karena mengikuti alun ke arah timur. Sepanjang hari Ahad (8/2) tidak ada satupun kapal feri yang diberangkatkan dari Padangbai. ‘’Karena semua kapal ada di Lembar,’’ ujarnya di Padangbai sewaktu dihubungi LombokNews melalui telepon, Senin (9/2) pagi.
Baru pukul 4 subuh tadi, KMP Citra Nusantara diberangkatkan dari Lembar ke Padangbai dan dalam rentang waktu 30 menit kemudian menyusul tiga kapal antara lain Salindo dan Rodhita. Hari ini disiapkan 10 unit kapal yang kemungkinan diberangkatkan apabila cuaca pasang alun reda di Selat Lombok.
Akibat ditutupnya penyeberangan Lembar – Padangbai dan sebaliknya terjadi antrian panjang di kedua pelabuhan tersebut. Di sekitar Lembar antrian truck besar pengangkut hasil bumi sudah mencapai dua kilometer di luar pelabuhan. Sedangkan di Padangbai hingga Goa Lawa sejauh lima kilometer ke arah barat dan ke arah Candi Dasa di utara dari persimpangan tiga pelabuhan.(supriyantho khafid/lomboknews)

