MATARAM – Sampai Sabtu (7/2) pagi ini kapal niaga Seiko dari Kupang tujuan Surabaya yang terdampar di atas karang di perairan Labuan Badas Sumbawa sudah dalam keadaan miring. Muatannya, 8 dari 12 unit peti kemas kosong terlempar ke tepi pantai Batu Kuping. Anak buah kapal yang dinakhodai oleh kapten kapal Suryadi dalam keadaan selamat.
Kepala Kepolisiran Resort Sumbawa Ajun Komisaris Besar Suwarto yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa peti kemas yang terlempar ke pantai ada delapan unit. Yang di atas kapal masih ada dua. ‘’Sudah miring tapi tidak bisa tenggelam karena terdampar di atas karang,’’ ujarnya kepada LombokNews, Sabtu (7/2) pagi.
Empat orang anggota polisi dan delapan anak buah kapal bersama masyarakat ditempatkan di pantai terdekat untuk mengawasi hingga cuaca pasang gelombangnya reda agar dapat memindahkan peti kemas yang masih berada di atas kapal. Suwarto menambahkan bahwa isi peti kemas yang sudah berada di pantai ada peralatan dapur dan barang elektronik yang terlempar.
Kapal besi bobot 655 GT yang pada hari Rabu (4/2) sekitar pukul 11 Waktu Indonesia Tengah (Wita) mengalami hempasan gelombang di sekitar pulau Moyo semula hendak menyoba menyelamatkan perjalanannya dengan berlabuh di pelabuhan terdekat Labuan Badas Sumbawa Besar. Tetapi karena besarnya gelombang laut, kurang lebih satu mil mesin mati dan melepaskan jangkar. Ternyata tali jangkarnya putus.(supriyantho khafid/lomboknews)

