MATARAM – Tinggi gelombang di perairan selatan dan utara Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai empat meter hingga 9 Pebruari nanti. Karena itu, barang kapal dan penyeberangan Lembar – Padangbai diminta untuk mewaspadai. Cuaca buruk ini disebabkan perbedaan tekanan yang tinggi antara belahan utara dan selatan sehingga mengakibatkan kecepatan angin sampai 25 knot.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram Oktaviana Indriani menjelaskan adanya kewaspadaan tersebut kepada LombokNews, Jum’at (6/2) siang. Sekitar 7-9 Pebruari besok, perairan akan mengalami air pasang hingga 1,8 meter. Ini membuat permukaan air laut naik dan ditambah angin kencang menyebabkan gelombang semakin tinggi. ‘’Warning untuk kapal laut karena gelombang yang tinggi di sekitar perairan Lembar,’’ katanya.
Buruknya cuaca perairan di NTB tersebut dirasakan oleh penduduk di kota Mataram. Atap seng rumah penduduk bergerak dihempas angin. Pohon di pinggir jalan mulai bertumbangan. Bendera partai yang berukuran besar di perkampungan penduduk di Keluarahan Dasan Agung banyak yang diturunkan karena kibaran kainnya menimbulkan suara yang menakutkan akibat angin kencang.
Perhatian terhadap kencangnya angin tersebut diperingatkan terhadap pelayaran kapal karena selama ini hanya perairan selatan NTB yang berhadapan dengan Samudera Indonesia yang buruk alternatifnya bisa mengalihkan lintasannya ke perairan utara. ‘’Tapi kali ini di utara pun jelek. Sama-sama buruk cuacanya,’’ ucap Oktaviana.
Peluang hujan pun masih ada. Intensitasnya rigan dan sedang merata di wilayah NTB. Untuk intensitas ringan 5-20 milimeter dalam waktu 24 jam dan intensitas sedang 20-50 milimeter. Secara normal, hujan masih akan ada hingga akhir Maret – awal April nanti.(supriyantho khafid/lomboknews)

